2.2 Latar Belakang Meletusnya Perang Dunia ke-II Perang Dunia ke-II yang berlangsung dari tanggal 1 September 1939 sampai 2 September 1945(ada yang berpendapat perang telah dimulai saat penyerangan Jepang terhadap Manchuria pada 13 September 1931 atau awal peperangan Sino-Jepang pada 7 Juli 1937) telah cukup banyak mengakibatkan kehancuran yang luar biasa dan menelan korban jiwa yang banyak. Perang Dunia ke-II ini terjadi karena adanya suatu paham, yaitu paham fasisme. 2.2.1 Munculnya Paham Fasisme Fasisme adalah paham golongan nasionalis yang ekstrim(menganut kekerasan), dan paham ini menimbulkan ketakutan, karena mengadu domba antarkelompok saling menyerang. Paham fasisme ini berkembang di 3 negara, dan ketiga Negara ini juga ikut ambil bagian dalam Perang Dunia ke-II, yaitu Jerman, Italia, dan Jepang. 2.2.1.1 Paham Fasisme di Jerman Setelah menderita kekalahan telak pada Perang Dunia ke-I, Jerman kembali bangkit dibawah pimpinan Adolf Hitler yang ingin membalas kekalahannya. Salah satu upayanya adalah dengan mendirikan partai buruh Deutsche Arbeiter Partij(DPA) yang kemudian berganti namanya menjadi National Sozializtiche Deutsche Arbeiter Partij(NSDPA) dengan paham chauvinitis(gerakan cinta tanah air yang berlebihan) yang lebih terkenal dengan sebutan Nazi(Sozialismus). Semuanya ia cantumkan dalam bukunya yang berjudul Mein Kampf (perjuanganku). Dalam bukunya, ia mengatakan bahwa takdir Jerman adalah kembali ke “Timur” seperti pada “enam ratus tahun yang lalu” dan “akhir dominasi Yahudi di Uni Soviet juga akan menjadi akhir bagi Uni Soviet sebagai suatu Negara”. Pernyataan inilah yang menjadi pemicu penyerangan Jerman terhadap Uni Soviet pada 22 Juni 1941. Partai ini memperjuangkan dan menjaga kemurnian ras suku bangsa Nordik(Arya) sebagai ras tertinggi(chauvinisme) yang juga berpandangan bahwa Jerman sebagai bangsa majikan yang dapat menguasai bangsa lain yang lebih rendah(bangsa yang dianggap paling rendah dan ingin dimusnahkan oleh Adolf Hitler adalah bangsa Yahudi, dan keturunan Yahudi yang paling wajib dibunuh adalah Albert Einstein yang kemudian menjadi warga negara Amerika Serikat dan membocorkan beberapa rahasia Jerman kepada pemerintah Amerika Serikat). Paham fasisme ini pun dipelopori oleh Adolf Hitler yang kemudian menjadi Presiden Jerman setelah Presiden Hidenburg meninggal dunia pada tahun 1933(pada masa pemerintahan Hidenburg, Adolf Hitler diangkat menjadi Kanselir[Perdana Menteri] Jerman) dengan semboyan satu bangsa, satu pemimpin dan satu tekad(Ein Volk, Ein Vaterland, Ein Fuhrer). Paham fasisme di Jerman didorong oleh faktor-faktor :  Kekecewaan rakyat karena kesulitan ekonomi akibat Perang Dunia ke-I  Keinginan untuk mengembalikan kejayaan dan kehormatan yang perah diperoleh Jerman  Kelemahan pemerintah dalam pemulihan ekonomi  Kemenangan Partai Nazi saat Pemilu 1930 dan pada 1933 menguasai 44% kursi Pemimpin Partai Nazi, Adolf Hitler 2.2.1.2 Paham Fasisme di Italia Italia yang mengalami kekalahan di Perang Dunia ke-I kembali bangkit dengan membangun fasisme Italia. Paham fasisme ini dipelopori oleh pemimpin partai Combattimento (Persatuan Perjuangan), Benitto Mussolini didorong oleh faktor-faktor :  Kekecewaan rakyat Italia atas penyempitan wilayah akibat Perang Dunia ke-I  Keinginan Italia untuk mengulang kejayaan Romawi Kuno dengan lambang fascio  Kelemahan atas kebijakan pemerintah dibawah pimpinan Raja Victor Emmanuel III  Kemenangan Partai Combattimento saat Pemilu 1923 Benitto Mussolini kemudian menjadi Perdana Menteri tahun 1924 yang memerintah secara diktator Benitto Mussolini(kiri) dan Adolf Hitler 2.2.1.3 Paham Fasisme di Jepang Paham fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito, didorong oleh faktor-faktor :  Keinginan Jepang menduduki daerah sekitarnya  Keinginan Jepang untuk menguasai dan memimpin Negara-negara lain di sekitarnya  Keingina Jepang untuk melemahkan Negara-negara pesaingnya dengan kekuatan militer  Kelemahan pemerintahan sipil yang mengakibatkan ketidakmampuan mengatasi krisis ekonomi dunia (malaise) pada tahun 1929 Kaisar Hirohito 2.2.2 Faktor-Faktor Penyebab Meletusnya Perang Dunia ke-II Selain karena adanya suatu paham, yaitu paham fasisme yang berkembang di Jerman, Italia, dan Jepang, Perang Dunia ke-II juga disebabkan oleh beberapa sebab, yakni faktor-faktor umum dan faktor-faktor khusus. 2.2.2.1 Faktor Umum Secara umum, Perang Dunia ke-II disebabkan oleh : a) Adanya politik balas dendam Jerman yang merasa terhina dengan Perjanjian Versailles b) Adanya perlombaan unjuk senjata dari Negara-negara maju untuk memperkuat diri c) Adanya politik mencari sekutu d) Gagalnya Liga Bangsa-Bangsa(LBB) menciptakan perdamaian dunia e) Adanya politik ekspansi beberapa Negara fasis seperti : 1) Jerman dengan semboyan Jerman Raya(Lebensraum) 2) Italia dengan semboyan Italia Raya(Italia Irrendenta / Italia la Prima) 3) Jepang dengan semangat Hakko Ichi-u f) Adanya pertentangan paham fasisme, demokrasi dan komunis. 2.2.2.2 Faktor Khusus Sebab-sebab khusus terjadinya Perang Dunia ke-II yaitu : a) Di Eropa, disebabkan oleh penyerbuan Jerman atas Danzig(Polandia) pada 1 September 1939 b) Di Asia Pasifik, disebabkan oleh penyerbuan udara pesawat tempur Jepang dibawah pimpinan laksamana Madya Chuici Nugomo atas pangkalan armada laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941 Penyerbuan Pearl Harbour oleh pesawat tempur Jepang 2.3 Proses Perang Dunia ke-II Pada Perang Dunia ke-II, terdapat 3 blok yang bertempur, yaitu Blok Fasis(Sentral) yang bertempur melawan Blok Sekutu yang terdiri atas Blok Sekutu-Demokrasi dan Blok Sekutu-Komunis. Dalam Blok Fasis, ada sebuah poros, yaitu Berlin-Roma-Tokya, sedangkan dalam Blok Sekutu, ada front ABDACom(America[Amerika Serikat], British[Inggris], Dutch[Belanda], Australia) Berikut adalah nama Negara-negara yang tergabung dalam :  Blok Fasis : • Jerman • Italia Membentuk Poros Berlin-Roma-Tokya • Jepang • Rumania(1941-1944, sebelumnya merupakan Blok Sekutu) • Bulgaria(1941-194, sebelumnya merupakan Blok Sekutu) • Irak (1941) • Thailand (1941-1945) • Finlandia(1941-1944) • Hungaria(1940-1945) • Bosnia(1941-1945) • Kroasia(1941-1945) • Slowakia(1940-1945) • Uni Soviet(1939-1941, yang kemudian berpihak Blok Sekutu)  Blok Sekutu : • Polandia : 1 September 1939 • Australia : 3 September 1939 • Perancis : 3 September 1939 • Selandia Baru : 3 September 1939 • United Kingdom : 3 September 1939 o India Inggris : 3 September 1939 • Afrika Selatan : 6 September 1939 • Kanada : 10 September 1939 • Denmark : 9 April 1940 • Norwegia : 9 April 1940 • Belgia : 10 Mei 1940 • Luksemburg : 10 Mei 1940 • Belanda : 10 Mei 1940 • Yunani : 28 Oktober 1940 • Yugoslavia : 6 April 1941 • Uni Soviet : 22 Juni 1941 • Ukraina : 22 Juni 1941 • Byelorusia SSR : 22 Juni 1941 • Panama : 7 Desember 1941 • Kosta Rika : Desember 8, 1941 • Republik Dominika : 8 Desember 1941 • El Salvador : 8 Desember 1941 • Haiti : 8 Desember 1941 • Honduras : 8 Desember 1941 • Nikaragua : 8 Desember 1941 • Amerika Serikat : 8 Desember 1941 • China : 9 Desember 1941 • Guatemala : 9 Desember 1941 • Kuba : 9 Desember 1941 • Filipina(Persemakmuran Inggris): 9 Desember 1941 • Cekoslowakia : 16 Desember 1941 • Meksiko : 22 Mei 1942 • Brazil : 22 Agustus 1942 • Ethiopia : 14 Desember 1942 • Irak : 17 Januari 1943 • Bolivia : 7 April 1943 • Kolombia : 26 Juli 1943 • Iran : 9 September 1943 • Liberia : 27 Januari 1944 • Peru : 12 Februari 1944 • Ekuador : 2 Februari 1945 • Paraguay : 7 Februari 1945 • Uruguay : 15 Februari 1945 • Venezuela : 15 Februari 1945 • Turki : 23 Februari 1945 • Mesir : 24 Februari 1945 • Libanon : 27 Februari 1945 • Suriah : 27 Februari 1945 • Arab Saudi : 1 Maret 1945 • Argentina : 27 Maret 1945 • Chili : 11 April 1945 2.3.1 Medan Pertempuran (Front) Perang Dunia ke-II Perang ini disebut Perang Dunia ke-II karena hamper semua negara ikut ambil bagian dalam perang. Medan pertempurannya pun sangat luas. Medan pertempuran berlangsung di 3 medan(front), yaitu Medan Eropa, Medan Afrika Utara, dan Medan Asia Pasifik. Medan Eropa dan medan Afrika adalah medan pertempuran Blok Fasis Eropa dengan Sekutu. Sedangkan medan Asia Pasifik merupakan medan pertempuran Blok Fasis Asia(Jepang) dengan Sekutu. 2.3.1.1 Medan Pertempuran di Eropa Searah jarum jam dari kiri atas: Pasukan Cina dalam Pertempuran Wanjialing , senapan 25-penumbuk Australia selama Pertempuran El Alamein Pertama , Jerman Stuka pembom menyelam di Front Timur musim dingin 1943-1944, kekuatan angkatan laut AS di Teluk Lingayen , Wilhelm Keitel penandatanganan di Jerman Menyerah , pasukan Soviet dalam Pertempuran Stalingrad Pada dasarnya, Medan Pertempuran di Eropa merupakan yang terbesar dan terdahsyat. Perang dari 3 medan pertempuran. Hampir sebagian besar anggota sekutu merupakan Negara dari Eropa. Medan Pertempuran di kawasan Eropa dapat dibagi lagi menjadi 4 kawasan, yaitu kawasan Eropa Timur(Invasi Polandia), kawasan Eropa Barat, kawasan Semenanjung Balkan(Eropa Tenggara) dan Front Rusia. 2.3.1.1.1 Front Eropa Timur Perang di Front Eropa Timur merupakan awal dari Perang Dunia ke-II. Perang Dunia ke-II dan perang di Front Eropa Timur diawali dengan penyerangan Jerman terhadap Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia yang pada saat itu masih dapat bertahan kemudian dikejutkan lagi oleh serangan Uni Soviet yang sebenarnya terlambat pada tanggal 17 September 1939. Uni Soviet yang sebelumnya telah menandatangani pakta non-agresi Nazi-Soviet pada 23 Agustus 1939(Jerman diwakili Menteri Luar Negeri Jerman, Joachim von Ribbentrop sementara Uni Soviet diwakili Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Vyacheslav Molotov) dengan Jerman mulai bergabung dengan Jerman dalam penyerangan Polandia setelah Uni Soviet menandatangani pakta non-agresi dengan Jepang( 15 September 1939). Pada tanggal 28 September 1939, Uni Soviet dan Jerman menandatangani perjanjian rahasia, perjanjian persahabatan Jerman dan Uni Soviet, Kerja sama dan Demarkasi. Akhirnya Nazi-Soviet berhasil memenangkan pertempuran setelah Kota Warsawa takluk pada 6 Oktober 1939. Uni Soviet kemudian diberikan wilayah Polandia Timur. Uni Soviet yang dipimpin Joseph Stalin kemudian menyerang Finlandia yang berada dibawah pimpinan Baron Carl Gustav von Mannerheim pada tanggal 30 November 1939. Penyerangan ini disebut “Perang Musim Dingin”. Finlandia dapat bertahan karena : 1. Bantuan senjata dari Barat, terutama dari Negara tetangganya, Swedia(memilih netral) 2. Uni Soviet banyak kehilangan jendral-jendral karena pembersihan oleh Joseph Stalin saat menggantikan Lenin. 3. Finlandia memanfaatkan musim dingin untuk bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit(kurang dari 300.000) Namun akhirnya Uni Soviet mengerahkan kekuatanj yang besar, yaitu sebanyak 3.000.000 pasukan untuk bertempur dan akhirnya memaksa Carl Gustav menandatangani perjanjian perdamaian. Pakta non-agresi Nazi-Soviet ini akhirnya diakhiri oleh Jerman atas serangan mendadaknya ke Uni Soviet(St. Petersburg) pada tanggal 22 Juni 1941. 2.3.1.1.2 Front Eropa Barat Perang di Front Eropa Barat berawal dari pernyataan perang Inggris dan Prancis terhadap Jerman pada 3 September 1939. Pernyataan perang oleh Inggris dan Prancis ini dipicu oleh penyerangan Jerman terhadap Polandia. Inggris dan Prancis pada Maret 1939 telah menandatangani pakta pertahanan dengan Polandia. Untuk menanggapi pernyataan perang dari Inggris dan Prancis, pada tanggal 9 April 1940, Jerman menyerang Denmark dan Norwegia melalui Operasi Weserübung guna mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Denmark segera menyerah, sedangkan Norwegia masih bertahan. Norwegia mendapat bantuan dari Inggris, Prancis, dan Polandia ternyata masih dapat ditaklukkan oleh Jerman dalam kurun waktu 2 bulan. Ketidakpuasan Inggris selama kampanye Norwegia menyebabkan pergantian Perdana Menteri Neville Chamberlain oleh Winston Churchill pada 10 Mei 1940. 2.3.1.1.2.1 Perang Phoney Pada 10 Mei 1940, Jerman menyerang Benelux(Belanda, Luxemburg, dan Belgia) dan Prancis melalui Operasi Fall Gelb. Penyerangan terhadap Benelux di sebut sebagai Perang Phoney. Jerman menyerang Benelux guna menghindari ‘Garis Maginot”, pertahanan Prancis. Belanda dan Belgia merupakan yang pertama dapat diduduki Jerman yang menggunakan pasukan gerak cepatnya(Blitzkrieg). Ini membuat Ratu Wilhelmina(Ratu Belanda) mengungsi ke Inggris. Jerman berhasil menduduki Benelux dalam beberapa minggu saja. Segera saja setelah Perang Phoney berakhir, Jerman segera menyerang Prancis yang berada dibawah pimpinan Charles de Gaulle. Penyerangan ini disebut Pertempuran Prancis. 2.3.1.1.2.2 Pertempuran Prancis Italia dibawah pimpinan Benitto Mussolini berpihak kepada Jerman dan kemudian menyatakan perang terhadap Inggris dan Prancis pada 10 Juni 1940. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni 1940, Charles de Gaulle beserta pasukannya mengungsi ke Inggris dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy(rezim Vichy). Sementara itu, pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania. 2.3.1.1.2.3 Pertempuran Inggris Setelah Prancis berhasil ditaklukkan, Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara Angkatan Udara Jerman, Luftwaffe melawan Angkatan Udara Inggris, Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang didasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot pesawat tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat. Kemenangan-kemenangan Jerman ini membuat Italia berpihak kepada Jerman, dan menyusul Jepang. Alhasil, pada 27 September 1940, ditandatanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk suatu poros Berlin-Roma-Tokyo 2.3.1.1.3 Front Semenanjung Balkan Pada 28 Oktober 1940, Italia menyerbu Yunani melalui Albania, tetapi masih dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Pada bulan Desember 1940, pasukan Persemakmuran Inggris mulai kontra-serangan terhadap pasukan Italia di Mesir dan Afrika Timur Italia(awal terjadinya perang di Front Afrika). (Front Afrika) Kemudian pada tahun awal 1941, Italia dipukul balik kembali ke Libya oleh Persemakmuran Inggris, pemimpin Inggris, Sir Winston Leonard Spencer Churchill memerintahkan pengiriman pasukan dari Afrika untuk memperkuat Yunani. Angkatan Laut Italia juga menderita kekalahan signifikan, dengan Angkatan Laut Inggris menempatkan tiga kapal perang Italia keluar dari komisi oleh serangan kapal induk di Taranto , dan menetralkan beberapa kapal perang lagi di Cape Matapan . Jerman segera turun tangan untuk membantu Italia. Adolf Hitler mengirim pasukannya ke Libya pada bulan Februari, dan pada akhir Maret mereka melancarkan serangan terhadap pasukan Persemakmuran Inggris. Dalam kurun waktu tidak lebih dari satu bulan, pasukan Persemakmuran Inggris dipukul kembali ke Mesir. Persemakmuran Inggris berusaha untuk mengusir pasukan Jerman kembali pada bulan Mei dan juga pada bulan Juni, tetapi gagal. Pada awal April, setelah Bulgaria bergabung dengan Blok Fasis, Jerman ikut campur di Balkan dengan menginvasi Yunani dan Yugoslavia. Pasukan Jerman juga mendapat dukungan dari Kroasia dan Bosnia, yang merupakan pecahan dari Kerajaan Ottoman yang pecah saat Perang Dunia ke-I. Jerman membuat kemajuan pesat, dan pada akhirnya memaksa Sekutu untuk pergi setelah Jerman menaklukkan pulau Crete, Yunani pada akhir Mei. Pada perang ini, terlihat bahwa sebagian besar Negara-negara Balkan memihak Jerman, kecuali kaum-kaum nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan Yugoslavia yang member perlawanan terhadap Jerman. Yugoslavia di bawah pimpinan Josip Broz Tito memberikan perlawanan yang paling sengit di Balkan, namun pada akhirnya seluruh Balkan dapat diduduki Jerman, termasuk Yugoslavia. 2.3.1.1.4 Front Uni Soviet Pertempuran di Front Uni Soviet merupakan pertempuran yang dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan juga sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pada awal 1925, Adolf Hitler merencanakan penyerangan Uni Soviet secara diam-diam dan menyatakan bahwa rakyat Jerman membutuhkan “ruang untuk hidup”, yaitu sumber daya alam dan ini harus dicari di Timur(Uni Soviet). Kebijakan rasial Nazi Jerman (ideologi Nazi) menyatakan bahwa Uni Soviet dihuni oleh etnis Slavia dan dikuasai oleh paham Yahudi Bolshevisme. Seperti yang tertulis dalam bukunya, Mein Kampf, bahwa mereka harus memusnahkan bangsa Yahudi, dan Bangsa Yahudi yang mendominasi Uni Soviet akan menjadi akhir dari Uni Soviet. Setelah itu, Adolf Hitler berbicara tentang pertempuran yang tak terhindarkan melawan “cita-cita pan-Slav”, dimana kemenangan akan membawa mereka kepada “penguasaan dunia yang permanen”. Dengan demikian, kebijakan Nazi adalah untuk membunuh, mendeportasi atau memperbudak Rusia dan populasi Slavia lainnya dan terisi kembali dengan bangsa Nordik(Arya). Pada tanggal 5 Desember, Adolf Hitler menerima rencana militer untuk penyerangan Uni Soviet, dan disetujui. Pada tanggal 18 Desember 1940, Adolf Hitler menandatangani Directive Perang Nomor 21 kepada Komando Tinggi Jerman untuk operasi dengan nama sandi “Operasi Barbarossa” yang menyatakan Wehrmacht Jerman harus siap untuk menghancurkan Uni Soviet dalam kampanye yang cepat. Operasi ini diberi nama berdasarkan nama Kaisar Frederick Barbarossa dari Kekaisaran Romawi Suci, seorang pemimpin dari Perang Salib ke-3 pada abad ke-12. Sedangkan tujuan utama dari “Operasi Barbarossa” adalah penaklukan cepat Eropa bagian barat Uni Soviet dari jalur yang menghubungkan kota-kota Arkhangelsk dan Astrakhan, yang sering disebut jalur AA. Penyerangan pun mulai direncanakan mulai 15 Mei 1941, dengan puncak penyerangan pada 22 Juni 1941. Weisung Nr. 21: Operasi Barbarossa Pada tanggal 22 Juni 1941, Jerman, bersama dengan anggota Fasis di Eropa lainnya menyerang Uni Soviet dalam Operasi Barbarossa . Sasaran utama serangan kejutan ini adalah wilayah Baltik, Moskow, dan Ukraina(sumber pertanian), dengan tujuan utama mengakhiri kampanye 1941 dekat Astrakhan dan Arkhangelsk yang menghubungkan Laut Kaspia dan Laut Putih. Semua itu bertujuan untuk menghilangkan Uni Soviet sebagai kekuatan militer, membasmi komunisme , menghasilkan Lebensraum (“ruang hidup”) dan menjadi akses jaminan kepada sumber daya strategis yang diperlukan untuk mengalahkan saingan Jerman yang tersisa. Penyerangan ini membuat Joseph Stalin mengambil alih pasukannya dan bergabung dengan Sekutu. Pada bulan Juli 1941, Uni Soviet membentuk suatu aliansi militer dengan Inggris untuk menghancurkan Jerman. Namun, Operasi Barbarosa masih dapat dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin pada tahun 1941-1942. Selanjutnya, Jerman melancarkan penyerangan lainnya dengan nama “Operasi Blau” atau Operasi Biru. Operasi Biru diarahkan ke Uni Soviet bagian selatan dengan tujuan merebut ladang minyak di Baku, Azerbaijan, dan membuka jalan untuk menguasai ladang-ladang minyak di Timur Tengah. Pasukan penyerbu Jerman dibagi menjadi dua kekuatan, yaitu Grup Tentara A menyerbu Kaukasus dan Grup Tentara B menuju sungai Volga dan kota Stalingrad. Pada mulanya, Tentara Uni Soviet memilih untuk mundur guna membuat jalur logistik pasukan Jerman kesulitan dengan memanfaatkan luasnya wilayah Uni Soviet. Akan tetapi kemudian Stalin memerintahkan pasukannya untuk bertahan di Stalingrad, yang secara harfiah berarti “kota Stalin”. Selain karena menyandang nama Stalin, kota Stalingrad juga penting karena merupakan kota industri terbesar di tepi sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia). Jatuhnya Stalingrad ke tangan Jerman akan memudahkan gerak maju pasukan Jerman menuju Kaukasus, yang memiliki cadangan minyak besar, yang amat dibutuhkan oleh Jerman. Oleh karena itu, Joseph Stalin tidak akan membiarkan kota Stalingrad jatuh ke tangan Jerman dan meletuslah Pertempuran Stalingrad. 2.3.1.1.4.1 Pertempuran Stalingrad Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya, pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang. Sementara pasukan Jerman terjebak dalam perang mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Joseph Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musim dingin. Ini merupakan serangan balasan Uni Soviet. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung. Sebenarnya, Adolf Hitler memiliki kesempatan untuk menarik mundur pasukannya, namun ia bersikeras bahwa kota Stalingrad harus direbut. Ia pun memerintahkan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, musim dingin yang ganas menghalangi usaha tersebut sehingga bantuan yang dikirimkan tidak cukup untuk memberi makan 330.000 prajurit Jerman dan sekutunya yang berada di Stalingrad. Marsekal Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang berusaha untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dengan mengirimkan bala bantuan. Namun serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, Erich von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib. Akhirnya, pada tanggal 30 Januari 1943, tentara Uni Soviet dibawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus(salah satu pemimpin pasukan Jerman) dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah. Kekalahan Jerman di Stalingrad ini merupakan awal dari jatuhnya Partai Nazi, keruntuhan Jerman. Oleh karena itu, Pertempuran Stalingrad disebut sebagai titik balik Perang Dunia ke-II. Seorang tentara Uni Soviet melambaikan Bendera Merah dari atas plaza sentral di Stalingrad , 1943. 2.3.1.1.4.2 Akhir Front Uni Soviet Front Uni Soviet Operasi Barbarossa – Silberfuchs(Operasi Rubah Perak) – Pertempuran Smolensk(1941) – Pertempuran Uman – Pertempuran Kiev ke-1(1941) – Operasi Typhoon – Pertempuran Rostov ke-1(1941) – Pengepungan Leningrad – Pertempuran Moskwa – Pertempuran Sevastopol – Pertempuran Rzhev – Pertempuran Vyazma ke-1 – Pertempuran Kharkov ke-2 – Pertempuran Voronezh ke-1(1942) – Pertempuran Stalingrad – Pertempuran Velikiye Luki – Operasi Uranus – Rzhev-Sychevka ke-2(Operasi Mars) – Operasi Saturnus – Pertempuran Kharkov ke-3 – Pertempuran Kursk – Pertempuran Belgorod – Pertempuran Kharkov ke-4 – Kantong Korsun – Pertempuran Narva(1944) – Kantong Hube(Kantong Kamenets-podolsky) – Pertempuran Brody – Operasi Bagration– Pertempuran Kiev ke-2(1944) – Pertempuran Debrecen – Ofensif Vistula-Oder – Balaton(Operasi Fruhlingserwachen) – Pertempuran Berlin – Pertempuran Halbe – Ofensif Praha Pada tanggal 12 April, Presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Roosevelt meninggal dan digantikan oleh Harry Truman. Benito Mussolini bersama kekasihnya, Clara Pettaci ditangkap dan dibunuh oleh partisan Italia pada tanggal 28 April 1945. Pada akhir bulan April 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah ajudannya untuk membakar mayatnya setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei 1945, Grand Admiral Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 Mei 1945 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4 Mei 1945. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 Mei 1945 di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei 1945, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei 1945 dengan tujuan politik. 2.3.1.2 Medan Pertempuran di Afrika Pertempuran di Front Afrika merupakan lanjutan dari pertempuran di Front Semenanjung Balkan(Eropa Tenggara). Pertempuran di Front Afrika berlangsung dari tahun 1940-1944 di Afrika Utara. Pertempuran di Afrika Utara bermula pada Desember 1940, ketika pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir, terutama Terusan Suez yang vital pada awal 1941. Kemudian, pasukan Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik melalui Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang dikenal sebagai “Korps Afrika” di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir. Kemudian Pada Juni 1941, Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menyerang Suriah dan Lebanon, dan kemudian berhasil merebut Damaskus pada 17 Juni 1941. Pada saat itu, di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang mendukung Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang mendukung Nazi. Pemberontakan ini didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan kemudian berhasil menduduki Irak. Pemerintahan pendukung Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan orang-orang Iran yang mendukung Jerman. Kedua tokoh Arab yang mendukung Jerman ini pun kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah pimpinan Erwin Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Blok Fasis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) Inggris beserta persemakmurannya mundur ke garis di El Alamein. Sejak saat itu, meletuslah pertempuran El Alamein. 2.3.1.2.1 Pertempuran El Alamein Pertempuran El Alamein terbagi menjadi 2 pertempuran, yaitu Pertempuran El Alamein pertama dan Pertempuran El Alamein kedua. Pertempuran El Alamein Pertama berlangsung dari 1 Juli 1942 sampai 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke titik pertahanan terakhir Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka. Sedangkan Pertempuran El Alamein kedua berlangsung dari 23 Oktober 1942 sampai 3 November 1942, setelah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Divisi ke-8 (Eighth Army). Erwin Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika, yang dikenal dengan sebutan “Rubah Gurun”, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Bernard Montgomery tahu bahwa Erwin Rommel absen, pasukan persemakmuran Inggris melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Bernard Montgomery memenangkan pertempuran ini. Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Itulah mengapa mereka dapat memenangkan pertempuran ini. Sedangkan, Jerman hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Erwin Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Erwin Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight David Eisenhower(kemudian menjadi presiden ke-34 Amerika Serikat). Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia. Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka. Kekalahan Korps Afrika di Front Afrika karena mereka tidak mendapat suplai secara memadai. Kemudian pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan Amerika Serikat pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentaranya. Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944. 2.3.1.3 Medan Pertempuran di Asia Pasifik Perang di kawasan Asia Pasifik atau disebut juga Perang Asia Timur Raya merupakan pertempuran antara Jepang dengan Sekutu, terutama Amerika Serikat, yang dimulai pada 7 Desember 1941, yaitu tanggal dimana pesawat tempur Jepang dibawah pimpinan laksamana Madya Chuici Nugomo menjatuhkan bom atas pangkalan armada laut Amerika Serikat di Pearl Harbour. Dengan serangan ini, Amerika Serikat yang sebelumnya tidak ikut berperang(hanya memberikan suplai bantuan bagi Sekutu) menjadi salah satu anggota Sekutu, bergabung dengan Sekutu pada 8 Desember 1941. 5 jam setelah penyerangan udara ini, Gubernur Jendral Hindia Belanda(Pemerintah Belanda di Indonesia), Tjarda van Stakenborg Stachouwer menyatakan perang atas Jepang. Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbour, Jepang juga menyerang pangkalan udara Amerika Serikat di Filipina. Pada 8 Desember 1941, Jepang menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau Luzon, Filipina. Setelah berhasil, Jepang melanjutkan untuk menduduki Pulau Hainan, dan Bangkok. Selain itu, Jepang juga menginvasi koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo(Kalimantan) dan Birma(Myanmar) dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda(Indonesia). Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga berhasil dikuasai, yang dianggap oleh Winston Churchill sebagai salah satu kekalahan dan sejarah yang paling memalukan bagi Britania Raya(Inggris). Jepang berhasil menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina pada 10 Desember 1941, kemudian menduduki Birma pada 16 Desember 1941, dan akhirnya berhasil menduduki Davao, Filipina pada 20 Desember 1941. Kemudian, pada 10 Januari 1942, Jepang mulai menyerang Hindia Belanda, diawali dengan Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak. Untuk mengatasi hal ini, Sekutu membentuk suatu komando ABDACOM(American[Amerika Serikat], British[Inggris], Dutch[Belanda], Australia[Australia] Command) pada 15 Januari 1942 yang bermarkas di Bandung dibawah pimpinan Sir Archibald Wavell(Inggris). Selain itu, Sekutu juga membentuk ABCD(American[Amerika Serikat], British[Inggris], China[Cina], Dutch[Belanda]). 2.3.1.3.1 Penyerangan atas Hindia Belanda Penyerangan atas Hindia Belanda, yang diawali dengan Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDACOM, khususnya Australia dan Belanda. Semenjak itu, Sekutu memindahkan basis pertahanannya ke Australia. Meskipun demikian, Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini. Pada Januari 1942, Jepang sudah melebarkan sayapnya. Jepang berhasil menduduki Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Kemudian pada tanggal 24 Januari 1942, Jepang menduduki Taraka, Balikpapan(Balikpapan merupakan sumber minyak, maka diserang dengan hati-hati, namun kemudian dibumihanguskan oleh tentara Hindia Belanda), dan Kendari. Pada 3 Februari 1942, Jepang berhasil menduduki Samarinda yang masih dikuasai Belanda. Dengan direbutnya lapangan terbang oleh Jepang, maka pada 10 Februari 1942, Banjarmasin engan mudah dapat diduduki. Sebelumnya, pada 4 Februari 1942 Jepang sudah menduduki Ambon, kemudian dilanjutkan dengan jatuhnya Palembang pada 14 Februari 1942. Dengan ini, Jepang sudah dapat dengan mudah memasuki Jawa. Pada Februari-Maret 1942, Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa. Penyeragan ini disebut sebagai Pertempuran Laut Jawa, dimana armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur. 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan(Jawa Barat), dan Kragan(Jawa Tengah). Kemudian, pada 5 Maret 1942, Jepang menyerbu Batavia(Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara itu, di Front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong. Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian, diadakanlah perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada awalnya, Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung, namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu, posisi Panglima tertinggi angkatan perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung sehingga akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada 8 Maret 1942 melalui perjanjian Kalijati. 2.3.1.3.2 Port Moresby, Atol Midway, Guadalcanal Pada awal Mei 1942, Jepang memulai operasi untuk menduduki Port Moresby, Papua Nugini melalui serangan amfibi dan dengan demikian memutuskan jalur komunikasi dan suplai antara Amerika Serikat dan Australia, namun penyerangan ini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau Port Moresby berhasil diduduki, Angkatan Laut Jepang dapat menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian, Jepang melancarkan invasi lainnya, yaitu invasi Atol Midway. Jepang juga mengirim pasukannya untuk untuk menduduki Kepulauan Aleut di Alaska. Kedua rencana Jepang ini kemudian dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut Amerika Serikat mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Penyerangan ini termotivasi oleh sebelumnya pemboman di Tokyo. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang tidak dapat diggantikan oleh industri Jepang, sementara Angkatan Laut Amerika Serikat kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar Amerika Serikat ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan. Kemudian pada bulan Juli, Jepang memilih untuk fokus ke upayanya yang terlambat untuk menduduki Port Moresby melalui Track Kokoda yang kasar. Amerika Serikat merencanakan serangan balasan terhadap Jepang di selatan Kepulauan Solomon, terutama Guadalcanal, sebagai langkah pertama untuk menduduki Rabaul, basis utama Jepang di Asia Tenggara. Akhirnya, pada 7 Agustus 1942, Amerika Serikat memulai penyerangan mereka. Pada pertengahan September, pertempuran untuk Guadalcanal mengambil prioritas untuk Jepang, dan tentara di Guinea Baru diperintahkan untuk menarik diri dari Port Moresby ke bagian utara pulau, di mana mereka menghadapi Australia dan Amerika pasukan Amerika di Pertempuran Buna-Gona. Guadalcanal segera menjadi titik fokus bagi kedua belah pihak dengan komitmen yang berat pasukan dan kapal dalam pertempuran di Guadalcanal. Pada awal 1943, Jepang dikalahkan di pulau itu dan menarik pasukan mereka. Sedangkan di Burma, pasukan Persemakmuran Inggris memasang dua operasi. Pertama, serangan ke wilayah Arakan pada 1942 akhir, pergi malapetaka, memaksa mundur kembali ke India pada Mei 1943. Yang kedua adalah penyisipan kekuatan yang tidak teratur di belakang garis depan Jepang pada bulan Februari yang pada akhir April, telah mencapai hasil yang meragukan. 2.3.1.3.3 Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik Pasukan Sekutu berusaha merebut kembali daerah-daerah yang direbut oleh Jepang. Amerika Serikat dan Australia melancarkan kampanye panjang untuk merebut kembali daerah-daerah seperti Kepulauan Solomon, Guinea Baru, dan Hindia Belanda. Mereka mengalami beberapa perlawanan sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon kemudian berhasil direbut kembali pada tahun 1943, Britainia Baru dan Irlandia Baru pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah. Pertempuran Laut Sibuyan, dengan Pertempuran Selat Surigao, di Pertempuran Tanjung Engaño dan Pertempuran Samar, serta tindakan lainnya termasuk dalam Pertempuran Teluk Leyte. Pertempuran Teluk Leyte terjadi di perairan dekat Filipina, Pulau Leyte, Samar, dan Luzon pada 23-26 Oktober 1944 antara Amerika Serikat dan Jepang. Pada tanggal 20 Oktober, pasukan Amerika Serikat menginvasi pulau Leyte sebagai bagian dari strategi yang bertujuan untuk mengisolasi Jepang dari negara-negara itu diduduki di Asia Tenggara , dan khususnya merampas kekuatan dan industri vital minyak persediaan. Para Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (Imperial Japanese Navy) dimobilisasi hampir semua kapal angkatan laut besar yang tersisa dalam upaya untuk mengalahkan invasi Sekutu. Angkatan Laut Kekaisaran Jepang gagal mencapai tujuannya, menderita kerugian sangat berat, dan kemudian tidak pernah berlayar ke pertempuran yang berlaku sebanding. Kapal induk ringan Princeton terbakar, timur Luzon , 24 Oktober 1944. Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu. Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Hal ini merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir Amerika Serikat berhasil merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang. Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu untuk memasok Tentara Nasionalis Cina. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai “flying the Hump”. Divisi-divisi Cina yang dipimpin dan dilatih oleh Amerika Serikat, satu divisi Inggris, dan beberapa ribu tentara Amerika Serikat, membersihkan Burma utara dari pasukan Jepang sehingga Jalan Ledo dapat dibangun untuk menggantikan Jalan Burma. Lebih ke selatan, induk dari tentara Jepang di kawasan perang ini berperang sampai terhenti di perbatasan Burma-India oleh Tentara ke-14 Inggris yang dikenal sebagai “Forgotten Army”, yang dipimpin oleh Mayor Jendral Wingate yang kemudian melancarkan serangan balik dan berhasil dengan taktik gerilyanya yang terkenal dan bahkan dijadikan acuan bagi Tentara dan Pejuang Indonesia pada tahun 1945-1949. Setelah merebut kembali seluruh Burma, serangan direncanakan ke semenanjung Malaya ketika perang berakhir. 2.3.1.3.4 Iwo Jima, Okinawa, Penyerahan Jepang Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan Amerika Serikat membuat Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Selain itu, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu. Pada 11 Juli 1945, para pemimpin Sekutu bertemu di Potsdam, Jerman . Mereka mengulangi permintaan untuk menyerah tanpa syarat semua pasukan Jepang, secara khusus menyatakan bahwa “alternatif untuk Jepang adalah prompt dan mengucapkan kehancuran”. Selama konferensi ini, Inggris menyelenggarakan pemilihan umum , dan Clement Attlee diganti Winston Churchill sebagai Perdana Menteri. Bom atom pertama yang digunakan, yaitu Little Boy Karena Jepang menolak istilah Postdam, pada tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima dari sekitar ketinggian 9.450 m(31.000 kaki). Senjata ini meledak pada 08.15 (waktu Jepang) ketika dia mencapai ketinggian 550 meter., yang secara efektif menghancurkan kota tersebut. Bom atom berjulukan Little Boy, dijatuhkan di kota Hiroshima Menyusul kemudian pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945,pesawat bomber jenis Boeing B-29 Flying Superfortress “Bock’s Car” yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki. Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang. Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal USS Missouri di Teluk Tokyo. 2.4 Akhir Perang Dunia ke-II Perang Dunia ke-II akhirnya mulai mencapai tahap akhir pada periode 1943-1945. Negara-negara yang tergabung dalam Blok Fasisme berguguran. Berikut adalah daftar Negara fasis yang menyerah : 1. Pada 1 Mei 1944 Italia menyerah pada Sekutu 2. Pada 24 Agustus 1944, Prancis dapat direbut oleh Dwight David Einsenhower(pemimpin Amerika Serikat), Rumania menyerah kepada Uni Soviet 3. Pada 8 September 1944, Bulgaria menyerah kepada Uni Soviet 4. Pada 13 Februari, 1945, Hungaria menyerah kepada Uni Soviet 5. Pada 1 Mei 1945, Berlin jatuh ke tangan Uni Soviet 6. Pada 2 Mei 1945, Grand Admiral Karl Dönitz menyerah kepada Sekutu. Disusul kemudian pasukan Jerman di Italia menyerah kepada Sekutu pada tanggal yang sama 7. Pada 4 Mei 1945, pasukan Jerman di Jerman Utara, Belanda, dan Denmark menyerah 8. Pada 7 Mei 1945, sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah di Rheims, Prancis 9. Pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu 2.4.1 Perjanjian-perjanjian Perdamaian Perang Dunia ke-II Perang Dunia ke-II pada akhirnya berakhir pada tahun 1945, tepatnya 2 September 1945, setelah Jepang menandatangani perjanjian perdamaian diatas Kapal Induk Amerika USS Missouri di Teluk Tokyo. Dalam Perang Dunia ke-II, Blok Fasis sebagai Negara kalah perang harus menyerah dan menandatangani perjanjian perdamaian dengan Blok Sekutu sebagai pihak yang menang. Jerman, Italia, dan Jepang merupakan 3 negara utama dalam Blok Fasis. Kekalahan mereka sangat mempengaruhi Negara anggota Blok Fasis lainnya. Jerman menandatangani surat penyerahan melalui Konferensi Postdam, Italia melalui Perdamaian Paris, sedangkan Jepang melalui Pertemuan Missouri. 2.4.1.1 Konferensi Postdam Konferensi Potsdam diselenggarakan di Cecilienhof, rumah Putra Mahkota Wilhelm Hohenzollern , di Potsdam. Jerman diduduki dari 17 Juli 1945-2 Agustus 1945. Pesertanya adalah Uni Soviet, Inggris , dan Amerika Serikat . Tiga Negara tersebut diwakili oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet, Joseph Stalin , Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan kemudian Clement Attlee(Pengganti Winston Churcill) , dan Presiden Harry S. Truman. Sebuah gambar sesi konferensi termasuk Clement Attlee, Ernest Bevin, Vyacheslav Mikhailovich Molotov, Joseph Stalin, William D. Leahy, Joseph E. Davies, James F. Byrnes, dan Harry S. Truman Isi Perjanjian Postdam antara lain : 1. Jerman • Penerbitan pernyataan tujuan dari pendudukan Jerman oleh Sekutu: demiliterisasi, denazifikasi, demokratisasi , desentralisasi dan dekartelisasi. • Divisi Jerman dan Austria masing-masing menjadi empat zona pendudukan (sebelumnya disetujui secara prinsip di Yalta ), dan pembagian yang sama tiap ibukota, Berlin dan Wina, menjadi empat zona • Eksekusi bagi para anggota Nazi sebagai penjahat perang • Mengembalikan seluruh pencaplokan Jerman di Eropa, termasuk Sudetenland , Alsace-Lorraine, Austria dan bagian barat Polandia • Timur perbatasan itu Jerman akan bergeser ke arah barat ke garis Oder-Neisse, efektif mengurangi Jerman dalam ukuran sekitar 25% dibandingkan dengan 1937. Ini terdiri dari wilayah timur baru perbatasan Prusia Timur, Silesia, Prusia Barat, dan dua pertiga dari Pomerania. Wilayah ini terutama pertanian, dengan pengecualian Upper Silesia yang merupakan pusat terbesar kedua industri berat Jerman • Pengusiran populasi Jerman yang tersisa di luar perbatasan timur baru dari Jerman • Perjanjian reparasi perang ke Uni Soviet dari zona pendudukan mereka di Jerman. Disepakati jugga bahwa 10% dari kapasitas industri zona barat yang tidak perlu bagi perekonomian perdamaian Jerman harus ditransfer ke Uni Soviet dalam waktu 2 tahun. Joseph Stalin yang diusulkan dan diterima bahwa Polandia adalah dikecualikan dari pembagian kompensasi Jerman yang kemudian akan diberikan 15% dari kompensasi yang diberikan kepada Uni Soviet • Memastikan bahwa standar Jerman hidup tidak melebihi rata-rata Eropa. Jenis dan jumlah industri untuk membongkar untuk mencapai hal itu akan ditentukan kemudian (lihat Rencana industri untuk Jerman ) • Penghancuran Jerman industri perang-potensi melalui penghancuran atau kontrol dari semua industri dengan potensi militer. Untuk itu, semua sipil galangan kapal dan pabrik pesawat itu harus dibongkar atau dihancurkan. Semua kapasitas produksi yang terkait dengan perang-potensial, seperti logam, kimia, mesin, dan lain-lain itu harus dikurangi sampai tingkat minimum yang kemudian ditetapkan oleh Komisi Pengendalian Sekutu. Manufaktur kapasitas sehingga membuat “surplus” itu harus dibongkar sebagai reparasi atau hancur. Semua penelitian dan perdagangan internasional adalah untuk dikendalikan. Perekonomian adalah menjadi terdesentralisasi. Ekonomi juga harus ditata kembali dengan penekanan utama pada pertanian dan industri dalam negeri damai. Pada awal 1946, kesepakatan dicapai pada rincian yang terakhir: Jerman akan dikonversi menjadi pertanian dan industri ringan ekonomi. Ekspor Jerman akan batubara, bir, mainan, tekstil, dan lain-lain untuk mengambil tempat industri berat yang membentuk sebagian besar dari Jerman sebelum perang ekspor 2. Polandia • Sebuah Pemerintah Sementara Persatuan Nasional diakui oleh semua tiga kekuatan harus dibuat (dikenal sebagai Lublin Polandia). Pengakuan pemerintah Uni Soviet dikendalikan oleh Kekuatan Barat secara efektif berarti akhir pengakuan untuk yang ada di pemerintahan Polandia-pengasingan- (dikenal sebagai Polandia London) • Polandia yang melayani Angkatan Darat Inggris harus bebas untuk kembali ke Polandia, tanpa keamanan setelah mereka kembali ke negara komunis dijamin • Perbatasan barat sementara harus menjadi garis Oder-Neisse , ditetapkan oleh sungai Oder dan Neisse. Bagian dari Prusia Timur dan mantan Kota Bebas Danzig harus berada di bawah administrasi Polandia. Namun akhir penentuan batas dari perbatasan barat Polandia harus menunggu penyelesaian perdamaian (yang akan berlangsung pada Perjanjian tentang Penyelesaian Akhir Dengan Hormat ke Jerman pada tahun 1990) • Uni Soviet menyatakan akan menyelesaikan klaim ganti rugi dari Polandia dari saham sendiri dari pembayaran reparasi keseluruhan Dari kiri : Winston Churchill, Harry S. Truman, Joseph Stalin Selain Perjanjian Potsdam, pada 26 Juli Winston Churchill, Harry S. Truman, dan Chiang Kai-shek(Uni Soviet tidak berperang dengan Jepang) mengeluarkan Deklarasi Potsdam yang menyatakan syarat-syarat menyerah untuk Jepang selama Perang Dunia II di Asia 2.4.1.2 Perdamaian Paris Perdamaian Paris ini merupakan perjanjian perdamaian antara Italia sebagai Negara yang kalah perang dengan Sekutu sebagai pemenang perang. Perjanjian ini ditandatangani pada Februari 1947 di Paris. Isi perdamaian ini antara lain : 1. Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris 2. Daerah Italia diperkecil 3. Italia harus membayar kerugian perang kepada Sekutu 4. Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali 5. Trieste menjadi Negara merdeka dibawah PBB 2.4.1.3 Pertemuan Missouri Kapal Induk Amerika Serikat, USS Misouri(BB-63) USS Missouri (BB-63)(“Mighty Mo” atau “Big Mo”) adalah Angkatan Laut Amerika Serikat kelas Iowa tempur, dan merupakan kapal keempat dari US Navy(Angkatan Laut Amerika Serikat) diberi nama untuk menghormati negara bagian Amerika Serikat, Missouri . Missouri adalah perang terakhir yang dibangun oleh Amerika Serikat, dan merupakan tempat penyerahan dari Kekaisaran Jepang yang mengakhiri Perang Dunia II. Setelah Jepang setuju untuk menyerah, Laksamana Sir Bruce Fraser dari Royal Navy , Panglima Armada Pasifik Inggris , naik Missouri pada tanggal 16 Agustus dan diberikan kehormatan Knight dari Kerajaan Inggris pada Admiral Halsey ditransfer. Missouri mendaratkan 200 perwira dan laki-laki untuk kapal perang Iowa untuk tugas sementara dengan kekuatan pendudukan awal untuk Tokyo pada tanggal 21 Agustus. Missouri memasuki Teluk Tokyo awal pada tanggal 29 Agustus untuk mempersiapkan penandatanganan oleh Jepang dari pejabat instrumen menyerah . peringkat militer pejabat-tinggi dari semua Sekutu telah diterima di papan tulis pada tanggal 2 September 1945, termasuk Jendral Cina, Hsu Yung-Ch’ang, Laksamana Armada Laut Inggris, Sir Bruce Fraser, Letnan Jenderal Uni Soviet, Kuzma Nikolaevich Derevyanko, Jendral Australia, Sir Thomas Blamey, Kolonel Kanada, Lawrence Moore Cosgrave, Général d’Armée Prancis, Philippe Leclerc de Hautecloque, Wakil Laksamana Belanda, Conrad Emil Lambert Helfrich, dan Wakil Marsekal Selandia Baru, Leonard Isitt M. Laksamana Chester Nimitz naik lama setelah pukul 08.00, dan Jenderal Angkatan Darat, Douglas MacArthur, Panglima Tertinggi Sekutu, datang di atas kapal pukul 08.43. Para wakil Jepang, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mamoru Shigemitsu, tiba pukul 08.56. Pada pukul 09.02, Jenderal MacArthur membuka upacara penyerahan ke-23 kepada dunia dengan menyatakan, “It is my earnest hope—indeed the hope of all mankind—that from the blood and carnage of the past, a world founded upon faith and understanding, a world dedicated to the dignity of man and the fulfillment of his most cherished wish for freedom, tolerance, and justice.” (Ini merupakan harapan saya, sungguh-sungguh merupakan harapan dari semua umat manusia-yang dari darah dan pembantaian dari masa lalu, dunia yang didirikan di atas iman dan pemahaman, sebuah dunia yang didedikasikan untuk martabat manusia dan pemenuhan paling dihargai keinginannya untuk kebebasan, toleransi, dan keadilan). Selama upacara menyerah, dek Missouri dihiasi dengan 31 bintang bendera Amerika Serikat yang telah diambil dari pantai oleh Komodor Matthew Perry pada tahun 1853 setelah skuadron tentang “Kapal Hitam” berlayar ke Teluk Tokyo untuk mendesak pembukaan pelabuhan Jepang untuk perdagangan asing. Sekitar pukul 09.30 para utusan Jepang telah berangkat. Pada sore hari tanggal 5 September 1945, Laksamana Halsey mengirim bendera ke kapal perang South Dakota , dan awal hari berikutnya, Missouri berangkat ke Teluk Tokyo. Sebagai bagian dari berlangsung Operasi Magic Carpet, USS Missouri menerima pulang penumpang terikat di Guam, kemudian berlayar menuju Hawaii. Dia tiba di Pearl Harbor pada tanggal 20 September 1945, dan mengibarkan bendera Admiral Nimitz pada sore hari tanggal 28 September 1945 untuk resepsi. Pelaut Sekutu dan pejabat menonton Jendral Angkatan Darat, Douglas MacArthur menandatangani dokumen penyerahan saat upacara penyerahan diatas kapal Missouri pada tanggal 2 September 1945. Penyerahan tanpa syarat Jepang kepada Sekutu secara resmi mengakhiri Perang Dunia Kedua. 2.4.1.4 Perjanjian San Fransisco Perjanjian ini dilaksanakan pada 8 September 1951 di San Fransisco antara Sekutu dengan Jepang. Pada mulanya, perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian disahkan pada 8 September 1951. Uni Soviet tidak mengikuti perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Adapun isi dari perjanjian San Fransisco adalah sebagai berikut. 1. Kepulauan Jepang dibawah pengawasan Amerika Serikat 2. Jepang harus melepaskan kembali daerah-daerah yang dikuasai selama perang Asia Timur Raya 3. Pulau Kuriel dan Sakhalin diberikan kepada Uni Soviet 4. Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dibawah pengawasan badan internasional 5. Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu 2.4.2 Dampak-dampak dari Perang Dunia ke-II Perang Dunia ke-II telah mengubah peta kehidupan masyarakat seluruh dunia dalam berbagai bidang. Nyawa yang hilang dari akibat perang sudah tidak terhitung banyaknya. Berikut daftar jumlah korban Perang Dunia ke-II : 2.4.2.1 Dampak di Bidang Politik Perang Dunia ke-II banyak memberikan perubahan dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat negara-negara di dunia. Perang Dunia ke-II juga banyak memberi dampak pada bidang politik. Dampak-dampak dalam bidang politik antara lain : 1. Munculnya Negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan Rusia(Uni Soviet) sebagai Negara pemenang perang 2. Antara Blok Barat dengan Blok Timur saling mencurigai sehingga terjadilah perang dingin 3. Beberapa negara seperti Yugoslavia, Jerman, Korea, Yaman, China, India dan Vietnam mengalami perpecahan 2.4.2.2 Dampak di Bidang Ekonomi Selain dalam bidang politik, Perang Dunia ke-II juga member dampak bagi bidang Ekonomi, antara lain : 1. Sektor-sektor ekonomi dunia mengalami kerusakan 2. Sarana dan prasarana kehidupan seperti gedung, jembatan, jalan raya, perumahan, hancur 3. Amerika Serikat menjadi Negara penyumbang pinjaman(kreditur dunia) 2.4.2.3 Dampak di Bidang Sosial Perang Dunia ke-II member dampak yang nyata di bidang social. Dampak-dampak dibidang social dapat dirasakan dengan jelas. Dampak-dampak di bidang social antara lain : 1. Perang Dunia ke-II telah menelan jutaan korban 2. Kemiskinan, kelaparan, dan wabah penyakit tumbuh dimana-mana 3. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat seiring dengan upaya pertahanan diri Selain itu, PBB juga membentuk UNRRA(United Nation Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA adalah sebagai berikut. a) Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar b) Mendirikan rumah sakit c) Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya d) Mengerjakan kembali tanah yang rusak 2.4.2.4 Dampak di Bidang Pertahanan dan Keamanan Setelah berakhirnya Perang Dunia ke-II, masing-masing Negara berupaya untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan bagi Negara mereka masing-masing. Ini dapat terpenuhi dengan pemilikan senjata dan kerja sama dengan Negara lain dalam bentuk pakta pertahanan. Berikut adalah Pakta-pakta pertahanan yang ada : 1. NATO(North Atlantik Treaty Organization) adalah pakta pertahanan Atlantik Utara berdiri tahun 1949. NATO bermarkas di Brussel, terdiri atas Inggris, Prancis, Norwegia, Belanda, Luxemburg, Belgia, Kanada. 2. Pakta Warsawa adalah pakta pertahanan Negara-negara Eropa Timur yang terdiri atas Rusia, Rumania, Cekoslovakia, dan Polandia. Organisasi ini berdiri pada 1955 dan bermarkas di Warsawa, Polandia 3. CENTO(Central Treaty Organization) adalah persekutuan pertahanan di kawasan Timur Tengah dengan anggota Turki, Irak, Pakistan, Amerika Serikat, dan Inggris. Tujuannya untuk membendung arus komunis di Timur Tengah 4. SEATO(South East Asia Treaty Organization) adalah organisasi pakta pertahanan di kawasan Asia Tenggara, berdiri pada 1954 dan bermarkas di Bangkok. Anggotanya yaitu Amerika Serikat, Inggris, Australia, Thailand, Filipina, Selandia Baru, Korea Selatan, Belanda, dan Polandia 5. METO(Middle East Treaty Organization) adalah organisasi pakta pertahanan beberapa Negara Asia Barat yang berdiri pada 1955 dengan anggota Turki, Irak, Iran, Pakistan, dan Inggris yang bermarkas di Istanbul 6. ANZUS(Australia, New Zealand, United States) adalah pakta pertahanan antara Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Tujuannya adalah menghadapi bahaya ekspansi komunis di Asia Tenggara dan Pasifik 2.4.2.5 Dampak di Bidang Organisasi Internasional Pasca perang Dunia ke-II, masing-masing Negara saling menyadari bahwa akibat dari peperangan adalah kehancuran dan penderitaan rakyat yang sia-sia. Melihat kenyataan ini, para negarawan sesungguhnya telah berupaya mendirikan suatu organisasi perdamaian dunia. Oleh karenanya, terbentuklah PBB(Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau United Nation dan GNB(Gerakan Non-Blok).

Latar Belakang Meletusnya Perang Dunia ke-II

Perang Dunia ke-II yang berlangsung dari tanggal 1 September 1939 sampai 2 September 1945(ada yang berpendapat perang telah dimulai saat penyerangan Jepang terhadap Manchuria pada 13 September 1931 atau awal peperangan Sino-Jepang pada 7 Juli 1937) telah cukup banyak mengakibatkan kehancuran yang luar biasa dan menelan korban jiwa yang banyak. Perang Dunia ke-II ini terjadi karena adanya suatu paham, yaitu paham fasisme.

Munculnya Paham Fasisme

Fasisme adalah paham golongan nasionalis yang ekstrim(menganut kekerasan), dan paham ini menimbulkan ketakutan, karena mengadu domba antarkelompok saling menyerang. Paham fasisme ini berkembang di 3 negara, dan ketiga Negara ini juga ikut ambil bagian dalam Perang Dunia ke-II, yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.

Paham Fasisme di Jerman

Setelah menderita kekalahan telak pada Perang Dunia ke-I, Jerman kembali bangkit dibawah pimpinan Adolf Hitler yang ingin membalas kekalahannya. Salah satu upayanya adalah dengan mendirikan partai buruh Deutsche Arbeiter Partij(DPA) yang kemudian berganti namanya menjadi National Sozializtiche Deutsche Arbeiter Partij(NSDPA) dengan paham chauvinitis(gerakan cinta tanah air yang berlebihan) yang lebih terkenal dengan sebutan Nazi(Sozialismus). Semuanya ia cantumkan dalam bukunya yang berjudul Mein Kampf (perjuanganku). Dalam bukunya, ia mengatakan bahwa takdir Jerman adalah kembali ke “Timur” seperti pada “enam ratus tahun yang lalu” dan “akhir dominasi Yahudi di Uni Soviet juga akan menjadi akhir bagi Uni Soviet sebagai suatu Negara”. Pernyataan inilah yang menjadi pemicu penyerangan Jerman terhadap Uni Soviet pada 22 Juni 1941. Partai ini memperjuangkan dan menjaga kemurnian ras suku bangsa Nordik(Arya) sebagai ras tertinggi(chauvinisme) yang juga berpandangan bahwa Jerman sebagai bangsa majikan yang dapat menguasai bangsa lain yang lebih rendah(bangsa yang dianggap paling rendah dan ingin dimusnahkan oleh Adolf Hitler adalah bangsa Yahudi, dan keturunan Yahudi yang paling wajib dibunuh adalah Albert Einstein yang kemudian menjadi warga negara Amerika Serikat dan membocorkan beberapa rahasia Jerman kepada pemerintah Amerika Serikat).
Paham fasisme ini pun dipelopori oleh Adolf Hitler yang kemudian menjadi Presiden Jerman setelah Presiden Hidenburg meninggal dunia pada tahun 1933(pada masa pemerintahan Hidenburg, Adolf Hitler diangkat menjadi Kanselir[Perdana Menteri] Jerman) dengan semboyan satu bangsa, satu pemimpin dan satu tekad(Ein Volk, Ein Vaterland, Ein Fuhrer). Paham fasisme di Jerman didorong oleh faktor-faktor :
    Kekecewaan rakyat karena kesulitan ekonomi akibat Perang Dunia ke-I
    Keinginan untuk mengembalikan kejayaan dan kehormatan yang perah diperoleh Jerman
    Kelemahan pemerintah dalam pemulihan ekonomi
    Kemenangan Partai Nazi saat Pemilu 1930 dan pada 1933 menguasai 44% kursi
Pemimpin Partai Nazi, Adolf Hitler

Paham Fasisme di Italia

Italia yang mengalami kekalahan di Perang Dunia ke-I kembali bangkit dengan membangun fasisme Italia. Paham fasisme ini dipelopori oleh pemimpin partai Combattimento (Persatuan Perjuangan), Benitto Mussolini didorong oleh faktor-faktor :
    Kekecewaan rakyat Italia atas penyempitan wilayah akibat Perang Dunia ke-I
    Keinginan Italia untuk mengulang kejayaan Romawi Kuno dengan lambang fascio
    Kelemahan atas kebijakan pemerintah dibawah pimpinan Raja Victor Emmanuel III
    Kemenangan Partai Combattimento saat Pemilu 1923
Benitto Mussolini kemudian menjadi Perdana Menteri tahun 1924 yang memerintah
secara diktator
Benitto Mussolini(kiri) dan Adolf Hitler

Paham Fasisme di Jepang

Paham fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito, didorong oleh faktor-faktor :
    Keinginan Jepang menduduki daerah sekitarnya
    Keinginan Jepang untuk menguasai dan memimpin Negara-negara lain di sekitarnya
    Keingina  Jepang untuk melemahkan Negara-negara pesaingnya dengan kekuatan militer
    Kelemahan pemerintahan sipil yang mengakibatkan ketidakmampuan mengatasi krisis ekonomi dunia (malaise) pada tahun 1929
Kaisar Hirohito

Faktor-Faktor Penyebab Meletusnya Perang Dunia ke-II

Selain karena adanya suatu paham, yaitu paham fasisme yang berkembang di Jerman, Italia, dan Jepang, Perang Dunia ke-II juga disebabkan oleh beberapa sebab, yakni faktor-faktor umum dan faktor-faktor khusus.

Faktor Umum

Secara umum, Perang Dunia ke-II disebabkan oleh :
a)    Adanya politik balas dendam Jerman yang merasa terhina dengan Perjanjian Versailles
b)    Adanya perlombaan unjuk senjata  dari Negara-negara maju untuk memperkuat diri
c)    Adanya politik mencari sekutu
d)    Gagalnya Liga Bangsa-Bangsa(LBB) menciptakan perdamaian dunia
e)    Adanya politik ekspansi beberapa Negara fasis seperti :
1)    Jerman dengan semboyan Jerman Raya(Lebensraum)
2)    Italia dengan semboyan  Italia Raya(Italia Irrendenta / Italia la Prima)
3)    Jepang dengan semangat Hakko Ichi-u
f)    Adanya pertentangan paham fasisme, demokrasi dan komunis.

Faktor Khusus

Sebab-sebab khusus terjadinya Perang Dunia ke-II yaitu :
a)    Di Eropa, disebabkan oleh penyerbuan Jerman atas Danzig(Polandia) pada 1 September 1939
b)    Di Asia Pasifik, disebabkan oleh penyerbuan udara pesawat tempur Jepang dibawah pimpinan laksamana Madya Chuici Nugomo atas pangkalan armada laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember 1941

Penyerbuan Pearl Harbour oleh pesawat tempur Jepang
2.3    Proses Perang Dunia ke-II

Pada Perang Dunia ke-II, terdapat  3 blok yang bertempur, yaitu Blok Fasis(Sentral) yang bertempur melawan Blok Sekutu yang terdiri atas Blok Sekutu-Demokrasi dan Blok Sekutu-Komunis. Dalam Blok Fasis, ada sebuah poros, yaitu Berlin-Roma-Tokya, sedangkan dalam Blok Sekutu, ada front ABDACom(America[Amerika Serikat], British[Inggris], Dutch[Belanda], Australia)
Berikut adalah nama Negara-negara yang tergabung dalam :
    Blok Fasis :
•    Jerman
•    Italia             Membentuk Poros Berlin-Roma-Tokya
•    Jepang
•    Rumania(1941-1944, sebelumnya merupakan Blok Sekutu)
•    Bulgaria(1941-194, sebelumnya merupakan Blok Sekutu)
•    Irak (1941)
•    Thailand (1941-1945)
•    Finlandia(1941-1944)
•    Hungaria(1940-1945)
•    Bosnia(1941-1945)
•    Kroasia(1941-1945)
•    Slowakia(1940-1945)
•    Uni Soviet(1939-1941, yang kemudian berpihak Blok Sekutu)

    Blok Sekutu :
•    Polandia : 1 September 1939
•    Australia : 3 September 1939
•    Perancis : 3 September 1939
•    Selandia Baru : 3 September 1939
•    United Kingdom : 3 September 1939
o      India Inggris : 3 September 1939
•    Afrika Selatan : 6 September 1939
•    Kanada : 10 September 1939
•    Denmark : 9 April 1940
•    Norwegia : 9 April 1940
•    Belgia : 10 Mei 1940
•    Luksemburg : 10 Mei 1940
•    Belanda : 10 Mei 1940
•    Yunani : 28 Oktober 1940
•    Yugoslavia : 6 April 1941
•    Uni Soviet : 22 Juni 1941
•    Ukraina : 22 Juni 1941
•    Byelorusia SSR : 22 Juni 1941
•    Panama : 7 Desember 1941
•    Kosta Rika : Desember 8, 1941
•    Republik Dominika : 8 Desember 1941
•    El Salvador : 8 Desember 1941
•    Haiti : 8 Desember 1941
•    Honduras : 8 Desember 1941
•    Nikaragua : 8 Desember 1941
•    Amerika Serikat : 8 Desember 1941
•    China : 9 Desember 1941
•    Guatemala : 9 Desember 1941
•    Kuba : 9 Desember 1941
•    Filipina(Persemakmuran Inggris): 9 Desember 1941
•    Cekoslowakia : 16 Desember 1941
•    Meksiko : 22 Mei 1942
•    Brazil : 22 Agustus 1942
•    Ethiopia : 14 Desember 1942
•    Irak : 17 Januari 1943
•    Bolivia : 7 April 1943
•    Kolombia : 26 Juli 1943
•    Iran : 9 September 1943
•    Liberia : 27 Januari 1944
•    Peru : 12 Februari 1944
•    Ekuador : 2 Februari 1945
•    Paraguay : 7 Februari 1945
•    Uruguay : 15 Februari 1945
•    Venezuela : 15 Februari 1945
•    Turki : 23 Februari 1945
•    Mesir : 24 Februari 1945
•    Libanon : 27 Februari 1945
•    Suriah : 27 Februari 1945
•    Arab Saudi : 1 Maret 1945
•    Argentina : 27 Maret 1945
•    Chili : 11 April 1945

Medan Pertempuran (Front) Perang Dunia ke-II

Perang ini disebut Perang Dunia ke-II karena hamper semua negara ikut ambil bagian dalam perang. Medan pertempurannya pun sangat luas. Medan pertempuran berlangsung di 3 medan(front), yaitu Medan Eropa, Medan Afrika Utara, dan Medan Asia Pasifik. Medan Eropa dan medan Afrika adalah medan pertempuran Blok Fasis Eropa dengan Sekutu. Sedangkan medan Asia Pasifik merupakan medan pertempuran Blok Fasis Asia(Jepang) dengan Sekutu.

Medan Pertempuran di Eropa

Searah jarum jam dari kiri atas: Pasukan Cina dalam Pertempuran Wanjialing , senapan 25-penumbuk Australia selama Pertempuran El Alamein Pertama , Jerman Stuka pembom menyelam di Front Timur musim dingin 1943-1944, kekuatan angkatan laut AS di Teluk Lingayen , Wilhelm Keitel penandatanganan di Jerman Menyerah , pasukan Soviet dalam Pertempuran Stalingrad

Pada dasarnya, Medan Pertempuran di Eropa merupakan yang terbesar dan terdahsyat. Perang dari 3 medan pertempuran. Hampir sebagian besar anggota sekutu merupakan Negara dari Eropa. Medan Pertempuran di kawasan Eropa dapat dibagi lagi menjadi 4 kawasan, yaitu kawasan Eropa Timur(Invasi Polandia), kawasan Eropa Barat, kawasan Semenanjung Balkan(Eropa Tenggara) dan Front Rusia.

Front Eropa Timur

Perang di Front Eropa Timur merupakan awal dari Perang Dunia ke-II. Perang Dunia ke-II dan perang di Front Eropa Timur diawali dengan penyerangan Jerman terhadap Danzig, Polandia pada tanggal 1 September 1939. Polandia yang pada saat itu masih dapat bertahan kemudian dikejutkan lagi oleh serangan Uni Soviet yang sebenarnya terlambat pada tanggal 17 September 1939. Uni Soviet yang sebelumnya telah menandatangani pakta non-agresi Nazi-Soviet pada 23 Agustus 1939(Jerman diwakili Menteri Luar Negeri Jerman, Joachim von Ribbentrop sementara Uni Soviet diwakili Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Vyacheslav Molotov) dengan Jerman mulai bergabung dengan Jerman dalam penyerangan Polandia setelah Uni Soviet menandatangani pakta non-agresi dengan Jepang( 15 September 1939). Pada tanggal 28 September 1939, Uni Soviet dan Jerman menandatangani perjanjian rahasia, perjanjian persahabatan Jerman dan Uni Soviet, Kerja sama dan Demarkasi. Akhirnya Nazi-Soviet berhasil memenangkan pertempuran setelah Kota Warsawa takluk pada 6 Oktober 1939. Uni Soviet kemudian diberikan wilayah Polandia Timur.
Uni Soviet yang dipimpin Joseph Stalin kemudian menyerang Finlandia yang berada dibawah pimpinan Baron Carl Gustav von Mannerheim pada tanggal 30 November 1939. Penyerangan ini disebut “Perang Musim Dingin”. Finlandia dapat bertahan karena :
1.    Bantuan senjata dari Barat, terutama dari Negara tetangganya, Swedia(memilih netral)
2.    Uni Soviet banyak kehilangan jendral-jendral karena pembersihan oleh Joseph Stalin saat menggantikan Lenin.
3.    Finlandia memanfaatkan musim dingin untuk bergerak lincah meskipun kekuatannya sedikit(kurang dari 300.000)
Namun akhirnya Uni Soviet mengerahkan kekuatanj yang besar, yaitu sebanyak
3.000.000 pasukan untuk bertempur dan akhirnya memaksa Carl Gustav menandatangani perjanjian perdamaian.
Pakta non-agresi Nazi-Soviet ini akhirnya diakhiri oleh Jerman atas serangan mendadaknya ke Uni Soviet(St. Petersburg) pada tanggal 22 Juni 1941.

Front Eropa Barat

Perang di Front Eropa Barat berawal dari pernyataan perang Inggris dan Prancis terhadap Jerman pada 3 September 1939. Pernyataan perang oleh Inggris dan Prancis ini dipicu oleh penyerangan Jerman terhadap Polandia. Inggris dan Prancis pada Maret 1939 telah menandatangani pakta pertahanan dengan Polandia.
Untuk menanggapi pernyataan perang dari Inggris dan Prancis, pada tanggal 9 April 1940, Jerman menyerang Denmark dan Norwegia melalui Operasi Weserübung guna mencegah serangan Sekutu melalui wilayah tersebut. Denmark segera menyerah, sedangkan Norwegia masih bertahan. Norwegia mendapat bantuan dari Inggris, Prancis, dan Polandia ternyata masih dapat ditaklukkan oleh Jerman dalam kurun waktu 2 bulan. Ketidakpuasan Inggris selama kampanye Norwegia menyebabkan pergantian Perdana Menteri Neville Chamberlain oleh Winston Churchill pada 10 Mei 1940.

Perang Phoney

Pada 10 Mei 1940, Jerman menyerang Benelux(Belanda, Luxemburg, dan Belgia) dan Prancis melalui Operasi Fall Gelb. Penyerangan terhadap Benelux di sebut sebagai Perang Phoney. Jerman menyerang Benelux guna menghindari ‘Garis Maginot”, pertahanan Prancis. Belanda dan Belgia merupakan yang pertama dapat diduduki Jerman yang menggunakan pasukan gerak cepatnya(Blitzkrieg). Ini membuat Ratu Wilhelmina(Ratu Belanda) mengungsi ke Inggris. Jerman berhasil menduduki Benelux dalam beberapa minggu saja. Segera saja setelah Perang Phoney berakhir, Jerman segera menyerang Prancis yang berada dibawah pimpinan Charles de Gaulle. Penyerangan ini disebut Pertempuran Prancis.

Pertempuran Prancis

Italia dibawah pimpinan Benitto Mussolini berpihak kepada Jerman dan kemudian menyatakan perang terhadap Inggris dan Prancis pada 10 Juni 1940. Pasukan Ekspedisi Inggris (British Expeditionary Force) yang terperangkap di utara kemudian dievakuasi melalui Dunkirk dengan Operasi Dinamo. Tentara Jerman tidak terbendung, melaju melewati Garis Maginot sampai ke arah pantai Atlantik, menyebabkan Perancis mendeklarasikan gencatan senjata pada 22 Juni 1940, Charles de Gaulle beserta pasukannya mengungsi ke Inggris dan terbentuklah pemerintahan boneka Vichy(rezim Vichy). Sementara itu, pada Juni 1940, Uni Soviet memasuki Latvia, Lituania, dan Estonia serta menganeksasi Bessarabia dan Bukovina Utara dari Rumania.

Pertempuran Inggris

Setelah Prancis berhasil ditaklukkan, Jerman bersiap untuk melancarkan serangan ke Inggris dan dimulailah apa yang disebut dengan Pertempuran Inggris atau Battle of Britain, perang udara antara Angkatan Udara Jerman, Luftwaffe melawan Angkatan Udara Inggris, Royal Air Force pada tahun 1940 memperebutkan kontrol atas angkasa Inggris. Jerman berhasil dikalahkan dan membatalkan Operasi Singa Laut atau Seelowe untuk menginvasi daratan Inggris. Hal itu dikarenakan perubahan strategi Luftwaffe dari menyerang landasan udara dan industri perang berubah menjadi serangan besar-besaran pesawat pembom ke London. Sebelumnya terjadi pemboman kota Berlin yang didasarkan pembalasan atas ketidaksengajaan pesawat pembom Jerman yang menyerang London. Alhasil pilot pesawat tempur Spitfire dan Huricane dapat beristirahat. Perang juga berkecamuk di laut, pada Pertempuran Atlantik kapal-kapal selam Jerman (U-Boat) berusaha untuk menenggelamkan kapal dagang yang membawa suplai kebutuhan ke Inggris dari Amerika Serikat.
Kemenangan-kemenangan Jerman ini membuat Italia berpihak kepada Jerman, dan menyusul Jepang. Alhasil, pada 27 September 1940, ditandatanganilah pakta tripartit oleh Jerman, Italia, dan Jepang yang secara formal membentuk suatu poros Berlin-Roma-Tokyo

Front Semenanjung Balkan

Pada 28 Oktober 1940, Italia menyerbu Yunani melalui Albania, tetapi masih dapat ditahan oleh pasukan Yunani yang bahkan menyerang balik ke Albania. Pada bulan Desember 1940, pasukan Persemakmuran Inggris mulai kontra-serangan terhadap pasukan Italia di Mesir dan Afrika Timur Italia(awal terjadinya perang di Front Afrika).
(Front Afrika) Kemudian pada tahun awal 1941, Italia dipukul balik kembali ke Libya oleh Persemakmuran Inggris, pemimpin Inggris, Sir Winston Leonard Spencer Churchill memerintahkan pengiriman pasukan dari Afrika untuk memperkuat Yunani. Angkatan Laut Italia juga menderita kekalahan signifikan, dengan Angkatan Laut Inggris menempatkan tiga kapal perang Italia keluar dari komisi oleh serangan kapal induk di Taranto , dan menetralkan beberapa kapal perang lagi di Cape Matapan . Jerman segera turun tangan untuk membantu Italia. Adolf Hitler mengirim pasukannya ke Libya pada bulan Februari, dan pada akhir Maret mereka melancarkan serangan terhadap pasukan Persemakmuran Inggris. Dalam kurun waktu tidak lebih dari satu bulan, pasukan Persemakmuran Inggris dipukul kembali ke Mesir. Persemakmuran Inggris berusaha untuk mengusir pasukan Jerman kembali pada bulan Mei dan juga pada bulan Juni, tetapi gagal.
Pada awal April, setelah Bulgaria bergabung dengan Blok Fasis, Jerman ikut campur di Balkan dengan menginvasi Yunani dan Yugoslavia. Pasukan Jerman juga mendapat dukungan dari Kroasia dan Bosnia, yang merupakan pecahan dari Kerajaan Ottoman yang pecah saat Perang Dunia ke-I. Jerman  membuat kemajuan pesat, dan pada akhirnya memaksa Sekutu untuk pergi setelah Jerman menaklukkan pulau Crete, Yunani pada akhir Mei.
Pada perang ini, terlihat bahwa sebagian besar Negara-negara Balkan memihak Jerman, kecuali kaum-kaum nasionalis yang didominasi oleh Serbia dan Yugoslavia yang member perlawanan terhadap Jerman. Yugoslavia di bawah pimpinan Josip Broz Tito memberikan perlawanan yang paling sengit di Balkan, namun pada akhirnya seluruh Balkan dapat diduduki Jerman, termasuk Yugoslavia.

Front Uni Soviet

Pertempuran di Front Uni Soviet merupakan pertempuran yang dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan juga sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil.
Pada awal 1925, Adolf Hitler merencanakan penyerangan Uni Soviet secara diam-diam dan menyatakan bahwa rakyat Jerman membutuhkan “ruang untuk hidup”, yaitu sumber daya alam dan ini harus dicari di Timur(Uni Soviet). Kebijakan rasial Nazi Jerman (ideologi Nazi) menyatakan bahwa Uni Soviet dihuni oleh etnis Slavia dan dikuasai oleh paham Yahudi Bolshevisme. Seperti yang tertulis dalam bukunya, Mein Kampf, bahwa mereka harus memusnahkan bangsa Yahudi, dan Bangsa Yahudi yang mendominasi Uni Soviet akan menjadi akhir dari Uni Soviet. Setelah itu, Adolf Hitler berbicara tentang pertempuran yang tak terhindarkan melawan “cita-cita pan-Slav”, dimana kemenangan akan membawa mereka kepada “penguasaan dunia yang permanen”. Dengan demikian, kebijakan Nazi adalah untuk membunuh, mendeportasi atau memperbudak Rusia dan populasi Slavia lainnya dan terisi kembali dengan bangsa Nordik(Arya).
Pada tanggal 5 Desember, Adolf Hitler menerima rencana militer untuk penyerangan Uni Soviet, dan disetujui. Pada tanggal 18 Desember 1940, Adolf Hitler menandatangani Directive Perang Nomor 21 kepada Komando Tinggi Jerman untuk operasi dengan nama sandi “Operasi Barbarossa” yang menyatakan Wehrmacht Jerman harus siap untuk menghancurkan Uni Soviet dalam kampanye yang cepat. Operasi ini diberi nama berdasarkan nama Kaisar Frederick Barbarossa dari Kekaisaran Romawi Suci, seorang pemimpin dari Perang Salib ke-3 pada abad ke-12. Sedangkan tujuan utama dari “Operasi Barbarossa” adalah penaklukan cepat Eropa bagian barat Uni Soviet dari jalur yang menghubungkan kota-kota Arkhangelsk dan Astrakhan, yang sering disebut jalur AA. Penyerangan pun mulai direncanakan mulai 15 Mei 1941, dengan puncak penyerangan pada 22 Juni 1941.
Weisung Nr. 21: Operasi Barbarossa

Pada tanggal 22 Juni 1941, Jerman, bersama dengan anggota Fasis di Eropa lainnya menyerang Uni Soviet dalam Operasi Barbarossa . Sasaran utama serangan kejutan ini adalah wilayah Baltik, Moskow, dan Ukraina(sumber pertanian), dengan tujuan utama mengakhiri kampanye 1941 dekat Astrakhan dan Arkhangelsk yang menghubungkan Laut Kaspia dan Laut Putih. Semua itu bertujuan untuk menghilangkan Uni Soviet sebagai kekuatan militer, membasmi komunisme , menghasilkan Lebensraum (“ruang hidup”) dan menjadi akses jaminan kepada sumber daya strategis yang diperlukan untuk mengalahkan saingan Jerman yang tersisa.
Penyerangan ini membuat Joseph Stalin mengambil alih pasukannya dan bergabung dengan Sekutu. Pada bulan Juli 1941, Uni Soviet membentuk suatu aliansi militer dengan Inggris untuk menghancurkan Jerman.
Namun, Operasi Barbarosa masih dapat dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin pada tahun 1941-1942. Selanjutnya, Jerman melancarkan penyerangan lainnya dengan nama “Operasi Blau” atau Operasi Biru. Operasi Biru diarahkan ke Uni Soviet bagian selatan dengan tujuan merebut ladang minyak di Baku, Azerbaijan, dan membuka jalan untuk menguasai ladang-ladang minyak di Timur Tengah. Pasukan penyerbu Jerman dibagi menjadi dua kekuatan, yaitu Grup Tentara A menyerbu Kaukasus dan Grup Tentara B menuju sungai Volga dan kota Stalingrad.
Pada mulanya, Tentara Uni Soviet memilih untuk mundur guna membuat jalur logistik pasukan Jerman kesulitan dengan memanfaatkan luasnya wilayah Uni Soviet. Akan tetapi kemudian Stalin memerintahkan pasukannya untuk bertahan di Stalingrad, yang secara harfiah berarti “kota Stalin”. Selain karena menyandang nama Stalin, kota Stalingrad juga penting karena merupakan kota industri terbesar di tepi sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia). Jatuhnya Stalingrad ke tangan Jerman akan memudahkan gerak maju pasukan Jerman menuju Kaukasus, yang memiliki cadangan minyak besar, yang amat dibutuhkan oleh Jerman. Oleh karena itu, Joseph Stalin tidak akan membiarkan kota Stalingrad jatuh ke tangan Jerman dan meletuslah Pertempuran Stalingrad.

Pertempuran Stalingrad

Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya, pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang.
Sementara pasukan Jerman terjebak dalam perang mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Joseph Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musim dingin. Ini merupakan serangan balasan Uni Soviet.  Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.
Sebenarnya, Adolf Hitler memiliki kesempatan untuk menarik mundur pasukannya, namun ia bersikeras bahwa kota Stalingrad harus direbut. Ia pun memerintahkan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, musim dingin yang ganas menghalangi usaha tersebut sehingga bantuan yang dikirimkan tidak cukup untuk memberi makan 330.000 prajurit Jerman dan sekutunya yang berada di Stalingrad.
Marsekal Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang berusaha untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dengan mengirimkan bala bantuan. Namun serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, Erich von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.
Akhirnya, pada tanggal 30 Januari 1943, tentara Uni Soviet dibawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus(salah satu pemimpin pasukan Jerman) dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.
Kekalahan Jerman di Stalingrad ini merupakan awal dari jatuhnya Partai Nazi, keruntuhan Jerman. Oleh karena itu, Pertempuran Stalingrad disebut sebagai titik balik Perang Dunia ke-II.

Seorang tentara Uni Soviet melambaikan Bendera Merah dari atas plaza sentral di Stalingrad , 1943.

Front Uni Soviet

Operasi Barbarossa – Silberfuchs(Operasi Rubah Perak) – Pertempuran Smolensk(1941) – Pertempuran Uman – Pertempuran Kiev ke-1(1941) – Operasi Typhoon – Pertempuran Rostov ke-1(1941) – Pengepungan Leningrad – Pertempuran Moskwa – Pertempuran Sevastopol – Pertempuran Rzhev – Pertempuran Vyazma ke-1 – Pertempuran Kharkov ke-2 – Pertempuran Voronezh ke-1(1942) – Pertempuran Stalingrad – Pertempuran Velikiye Luki – Operasi Uranus – Rzhev-Sychevka ke-2(Operasi Mars) – Operasi Saturnus – Pertempuran Kharkov ke-3 – Pertempuran Kursk – Pertempuran Belgorod – Pertempuran Kharkov ke-4 – Kantong Korsun – Pertempuran Narva(1944) – Kantong Hube(Kantong Kamenets-podolsky) – Pertempuran Brody – Operasi Bagration– Pertempuran Kiev ke-2(1944) – Pertempuran Debrecen – Ofensif Vistula-Oder – Balaton(Operasi Fruhlingserwachen) – Pertempuran Berlin – Pertempuran Halbe – Ofensif Praha

Pada tanggal 12 April, Presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Roosevelt meninggal dan digantikan oleh Harry Truman. Benito Mussolini bersama kekasihnya, Clara Pettaci ditangkap dan dibunuh oleh partisan Italia pada tanggal 28 April 1945.
Pada akhir bulan April 1945, ibukota Jerman yaitu Berlin sudah dikepung oleh Uni Soviet dan pada tanggal 1 Mei 1945, Adolf Hitler bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri bersama dengan istrinya Eva Braun didalam bunkernya, sehari sebelumnya Adolf Hitler menikahi Eva Braun, dan setelah mati memerintah ajudannya untuk membakar mayatnya setelah menyalami setiap anggotanya yang masih setia. Pada tanggal 2 Mei 1945, Grand Admiral Karl Dönitz diangkat menjadi pemimpin menggantikan Adolf Hitler dan menyatakan Berlin menyerah pada tanggal itu juga. Disusul Pasukan Jerman di Italia yang menyerah pada tanggal 2 Mei 1945 juga. Pasukan Jerman di wilayah Jerman Utara, Denmark dan Belanda menyerah tanggal 4 Mei 1945. Sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah tanggal 7 Mei 1945 di Rheims, Perancis. Tanggal 8 Mei 1945, penduduk di negara-negara sekutu merayakan hari kemenangan, tetapi Uni Soviet merayakan hari kemenangan pada tanggal 9 Mei 1945 dengan tujuan politik.

Medan Pertempuran di Afrika

Pertempuran di Front Afrika merupakan lanjutan dari pertempuran di Front Semenanjung Balkan(Eropa Tenggara). Pertempuran di Front Afrika berlangsung dari tahun 1940-1944 di Afrika Utara.
Pertempuran di Afrika Utara bermula pada Desember 1940, ketika pasukan Inggris di Mesir memukul balik serangan pasukan Italia dari Libya yang bertujuan untuk merebut Mesir, terutama Terusan Suez yang vital pada awal 1941. Kemudian, pasukan Inggris, India, dan Australia melancarkan serangan balik melalui Operasi Kompas (Operation Compass), yang terhenti pada 1941 ketika sebagian besar pasukan Persemakmuran (Commonwealth) dipindahkan ke Yunani untuk mempertahankannya dari serangan Jerman. Tetapi pasukan Jerman yang dikenal sebagai “Korps Afrika” di bawah pimpinan Erwin Rommel mendarat di Libya, melanjutkan serangan terhadap Mesir.
Kemudian Pada Juni 1941, Angkatan Darat Australia dan pasukan Sekutu menyerang Suriah dan Lebanon, dan kemudian berhasil merebut Damaskus pada 17 Juni 1941. Pada saat itu, di Irak, terjadi penggulingan kekuasaan atas pemerintah yang mendukung Inggris oleh kelompok Rashid Ali yang mendukung Nazi. Pemberontakan ini didukung oleh Mufti Besar Yerusalem, Haji Amin al-Husseini. Karena merasa garis belakangnya terancam, Inggris mendatangkan bala bantuan dari India dan kemudian berhasil menduduki Irak. Pemerintahan pendukung Inggris kembali berkuasa, sementara Rashid Ali dan Mufti Besar Yerusalem melarikan diri ke Iran. Namun kemudian Inggris dan Uni Soviet menduduki Iran serta menggulingkan orang-orang Iran yang mendukung Jerman. Kedua tokoh Arab yang mendukung Jerman ini pun kemudian melarikan diri ke Eropa melalui Turki, di mana mereka kemudian bekerja sama dengan Hitler untuk menyingkirkan orang Inggris dan orang Yahudi. Korps Afrika dibawah pimpinan Erwin Rommel melangkah maju dengan cepat ke arah timur, merebut Tobruk. Pasukan Australia dan Inggris di kota tersebut berhasil bertahan hingga serangan Blok Fasis berhasil merebut kota tersebut dan memaksa Divisi Ke-8 (Eighth Army) Inggris beserta persemakmurannya mundur ke garis di El Alamein. Sejak saat itu, meletuslah pertempuran El Alamein.

Pertempuran El Alamein

Pertempuran El Alamein terbagi menjadi 2 pertempuran, yaitu Pertempuran El Alamein pertama dan Pertempuran El Alamein kedua. Pertempuran El Alamein Pertama berlangsung dari 1 Juli 1942 sampai 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke titik pertahanan terakhir
Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.
Sedangkan Pertempuran El Alamein kedua berlangsung dari 23 Oktober 1942 sampai 3 November 1942, setelah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Divisi ke-8 (Eighth Army). Erwin Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika, yang dikenal dengan sebutan “Rubah Gurun”, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Bernard Montgomery tahu bahwa Erwin Rommel absen, pasukan persemakmuran Inggris melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Bernard Montgomery memenangkan pertempuran ini. Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Itulah mengapa mereka dapat memenangkan pertempuran ini. Sedangkan, Jerman hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Erwin Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Erwin Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia.
Untuk melengkapi kemenangan ini, pada 8 November 1942 dilancarkanlah Operasi Obor (Operation Torch) dibawah pimpinan Jendral Dwight David Eisenhower(kemudian menjadi presiden ke-34 Amerika Serikat). Tujuan utama operasi ini adalah merebut kontrol terhadap Maroko dan Aljazair melalui pendaratan di Casablanca, Oran, dan Aljazair, yang dilanjutkan beberapa hari kemudian dengan pendaratan di Bône, gerbang menuju Tunisia. Pasukan lokal di bawah Perancis Vichy sempat melakukan perlawanan terbatas, sebelum akhirnya bersedia bernegosiasi dan mengakhiri perlawanan mereka.
Kekalahan Korps Afrika di Front Afrika karena mereka tidak mendapat suplai secara memadai. Kemudian pasukan Jerman yang sedang mundur terus melakukan perlawanan sengit, dan Rommel mengalahkan pasukan Amerika Serikat pada Pertempuran Kasserine Pass sebelum menyelesaikan pergerakan mundur strategisnya menuju garis suplai Jerman. Dengan pasti, bergerak maju baik dari arah timur dan barat, pasukan Sekutu akhirnya mengalahkan Korps Afrika pada 13 Mei 1943 dan menawan 250.000 tentaranya.
Setelah jatuh ke tangan Sekutu, Afrika Utara dijadikan batu loncatan untuk menyerang Sisilia pada 10 Juli 1943. Setelah merebut Sisilia, pasukan Sekutu melancarkan serangan ke Italia pada 3 September 1943. Italia menyerah pada 8 September 1943, tetapi pasukan Jerman terus bertahan melakukan perlawanan. Roma akhirnya dapat direbut pada 5 Juni 1944.

Medan Pertempuran di Asia Pasifik

Perang di kawasan Asia Pasifik atau disebut juga Perang Asia Timur Raya merupakan pertempuran antara Jepang dengan Sekutu, terutama Amerika Serikat, yang dimulai pada 7 Desember 1941, yaitu tanggal dimana pesawat tempur Jepang dibawah pimpinan laksamana Madya Chuici Nugomo menjatuhkan bom atas pangkalan armada laut Amerika Serikat di Pearl Harbour. Dengan serangan ini, Amerika Serikat yang sebelumnya tidak ikut berperang(hanya memberikan suplai bantuan bagi Sekutu) menjadi salah satu anggota Sekutu, bergabung dengan Sekutu pada 8 Desember 1941. 5 jam setelah penyerangan udara ini, Gubernur Jendral Hindia Belanda(Pemerintah Belanda di Indonesia), Tjarda van Stakenborg Stachouwer menyatakan perang atas Jepang.
Bersamaan dengan serangan terhadap Pearl Harbour, Jepang juga menyerang pangkalan udara Amerika Serikat di Filipina. Pada 8 Desember 1941, Jepang menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau Luzon, Filipina. Setelah berhasil, Jepang melanjutkan untuk menduduki Pulau Hainan, dan Bangkok. Selain itu, Jepang juga menginvasi koloni-koloni Inggris di Hong Kong, Malaya, Borneo(Kalimantan) dan Birma(Myanmar) dengan maksud selanjutnya menguasai ladang minyak Hindia Belanda(Indonesia). Seluruh wilayah ini dan daerah yang lebih luas lagi, jatuh ke tangan Jepang dalam waktu beberapa bulan saja. Markas Britania Raya di Singapura juga berhasil dikuasai, yang dianggap oleh Winston Churchill sebagai salah satu kekalahan dan sejarah yang paling memalukan bagi Britania Raya(Inggris).
Jepang berhasil menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina pada 10 Desember 1941, kemudian menduduki Birma pada 16 Desember 1941, dan akhirnya berhasil menduduki Davao, Filipina pada 20 Desember 1941. Kemudian, pada 10 Januari 1942, Jepang mulai menyerang Hindia Belanda, diawali dengan Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak.
Untuk mengatasi hal ini, Sekutu membentuk suatu komando ABDACOM(American[Amerika Serikat], British[Inggris], Dutch[Belanda], Australia[Australia] Command) pada 15 Januari 1942 yang bermarkas di Bandung dibawah pimpinan Sir Archibald Wavell(Inggris). Selain itu, Sekutu juga membentuk ABCD(American[Amerika Serikat], British[Inggris], China[Cina], Dutch[Belanda]).

Penyerangan atas Hindia Belanda

Penyerangan atas Hindia Belanda, yang diawali dengan Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak  mengakibatkan kehancuran pada armada laut ABDACOM, khususnya Australia dan Belanda. Semenjak itu, Sekutu  memindahkan basis pertahanannya ke Australia. Meskipun demikian, Sekutu masih mempertahankan beberapa kekuatannya di Hindia Belanda agar tidak membuat Hindia Belanda merasa ditinggalkan dalam pertempuran ini.
Pada Januari 1942, Jepang sudah melebarkan sayapnya. Jepang berhasil menduduki Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Kemudian pada tanggal 24 Januari 1942, Jepang menduduki Taraka, Balikpapan(Balikpapan merupakan sumber minyak, maka diserang dengan hati-hati, namun kemudian dibumihanguskan oleh tentara Hindia Belanda), dan Kendari. Pada 3 Februari 1942, Jepang berhasil menduduki Samarinda yang masih dikuasai Belanda. Dengan direbutnya lapangan terbang oleh Jepang, maka pada 10 Februari 1942, Banjarmasin engan mudah dapat diduduki. Sebelumnya, pada 4 Februari 1942 Jepang sudah menduduki Ambon, kemudian dilanjutkan dengan jatuhnya Palembang pada 14 Februari 1942. Dengan ini, Jepang sudah dapat dengan mudah memasuki Jawa.
Pada Februari-Maret 1942, Jepang mengadakan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa. Penyeragan ini disebut sebagai Pertempuran Laut Jawa, dimana armada laut Jepang melawan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Armada Gabungan sekutu kalah dan Karel Doorman gugur.
1 Maret 1942, Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan(Jawa Barat), dan Kragan(Jawa Tengah). Kemudian, pada 5 Maret 1942, Jepang menyerbu Batavia(Jakarta) yang akhirnya dinyatakan sebagai kota terbuka, kemudian terus menembus Subang dan berhasil menembus garis pertahanan Lembang-Ciater, kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan Sekutu-Hindia Belanda terancam. Sementara itu, di Front Jawa Timur, tentara Jepang berhasil menyerang Surabaya sehingga kekuatan Belanda ditarik sampai garis pertahanan Porong.
Terancamnya kota Bandung yang menjadi pusat pertahanan dan pengungsian membuat panglima Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten mengambil inisiatif mengadakan perdamaian. Kemudian, diadakanlah perundingan antara Tentara Jepang yang dipimpin oleh Jendral Hitoshi Imamura dengan pihak Belanda yang diwakili Letnan Jendral Ter Poorten dan Gubernur Jendral jhr A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer. Pada awalnya, Belanda bermaksud menyerahkan kota Bandung, namun tidak mengadakan kapitulasi atau penyerahan kekuasaan Hindia Belanda kepada Pihak Jepang. Pada saat itu, posisi Panglima tertinggi angkatan perang Hindia Belanda tidak lagi berada pada Gubernur Jendral namun diserahkan kepada Ter Poorten sehingga dilain waktu Belanda menganggap bahwa kedudukan di Hindia Belanda masih tetap sah dilanjutkan. Namun Jepang mengancam akan mengebom kota Bandung sehingga akhirnya Jendral Ter Poorten setuju untuk menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada 8 Maret 1942 melalui perjanjian Kalijati.

Port Moresby, Atol Midway, Guadalcanal

Pada awal Mei 1942, Jepang memulai operasi untuk menduduki Port Moresby, Papua Nugini melalui serangan amfibi dan dengan demikian memutuskan jalur komunikasi dan suplai antara Amerika Serikat dan Australia, namun penyerangan ini digagalkan oleh pasukan Sekutu dalam Perang Laut Coral. Kalau Port Moresby berhasil diduduki, Angkatan Laut Jepang dapat menyerang Australia. Ini merupakan perlawanan pertama yang berhasil terhadap rencana Jepang dan pertarungan laut pertama yang hanya menggunakan kapal induk. Sebulan kemudian, Jepang melancarkan invasi lainnya, yaitu invasi Atol Midway. Jepang juga mengirim pasukannya untuk  untuk menduduki Kepulauan Aleut di Alaska. Kedua rencana Jepang ini kemudian dapat dicegah dengan terpecahnya pesan rahasia Jepang, menyebabkan pemimpin Angkatan Laut Amerika Serikat mengetahui target berikut Jepang yaitu Atol Midway. Penyerangan ini termotivasi oleh sebelumnya pemboman di Tokyo. Pertempuran ini menyebabkan Jepang kehilangan empat kapal induk yang tidak dapat diggantikan oleh industri Jepang, sementara Angkatan Laut Amerika Serikat kehilangan satu kapal induk. Kemenangan besar Amerika Serikat ini menyebabkan Angkatan Laut Jepang kini dalam posisi bertahan.
Kemudian pada bulan Juli, Jepang memilih untuk fokus ke upayanya yang terlambat untuk menduduki Port Moresby melalui Track Kokoda yang kasar. Amerika Serikat merencanakan serangan balasan terhadap Jepang di selatan Kepulauan Solomon, terutama Guadalcanal, sebagai langkah pertama untuk menduduki Rabaul, basis utama Jepang di Asia Tenggara. Akhirnya, pada 7 Agustus 1942, Amerika Serikat memulai penyerangan mereka. Pada pertengahan September, pertempuran untuk Guadalcanal mengambil prioritas untuk Jepang, dan tentara di Guinea Baru diperintahkan untuk menarik diri dari Port Moresby ke bagian utara pulau, di mana mereka menghadapi Australia dan Amerika pasukan Amerika di Pertempuran Buna-Gona. Guadalcanal segera menjadi titik fokus bagi kedua belah pihak dengan komitmen yang berat pasukan dan kapal dalam pertempuran di Guadalcanal. Pada awal 1943, Jepang dikalahkan di pulau itu dan menarik pasukan mereka. Sedangkan di Burma, pasukan Persemakmuran Inggris memasang dua operasi. Pertama, serangan ke wilayah Arakan pada 1942 akhir, pergi malapetaka, memaksa mundur kembali ke India pada Mei 1943. Yang kedua adalah penyisipan kekuatan yang tidak teratur di belakang garis depan Jepang pada bulan Februari yang pada akhir April, telah mencapai hasil yang meragukan.

Serangan Sekutu di Asia dan Pasifik

Pasukan Sekutu berusaha merebut kembali daerah-daerah yang direbut oleh Jepang. Amerika Serikat dan Australia melancarkan kampanye panjang untuk merebut kembali daerah-daerah seperti Kepulauan Solomon, Guinea Baru, dan Hindia Belanda. Mereka mengalami beberapa perlawanan sengit selama perang. Seluruh Kepulauan Solomon kemudian berhasil direbut kembali pada tahun 1943, Britainia Baru dan Irlandia Baru pada tahun 1944. Pada saat Filipina sedang direbut kembali pada akhir tahun 1944, Pertempuran Teluk Leyte berkecamuk, yang disebut sebagai perang laut terbesar sepanjang sejarah.
Pertempuran Laut Sibuyan, dengan Pertempuran Selat Surigao, di Pertempuran Tanjung Engaño dan Pertempuran Samar, serta tindakan lainnya termasuk dalam Pertempuran Teluk Leyte. Pertempuran Teluk Leyte terjadi di perairan dekat Filipina, Pulau Leyte, Samar, dan Luzon pada 23-26 Oktober 1944 antara Amerika Serikat dan Jepang. Pada tanggal 20 Oktober, pasukan Amerika Serikat menginvasi pulau Leyte sebagai bagian dari strategi yang bertujuan untuk mengisolasi Jepang dari negara-negara itu diduduki di Asia Tenggara , dan khususnya merampas kekuatan dan industri vital minyak persediaan. Para Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (Imperial Japanese Navy) dimobilisasi hampir semua kapal angkatan laut besar yang tersisa dalam upaya untuk mengalahkan invasi Sekutu. Angkatan Laut Kekaisaran Jepang gagal mencapai tujuannya, menderita kerugian sangat berat, dan kemudian tidak pernah berlayar ke pertempuran yang berlaku sebanding.

Kapal induk ringan Princeton terbakar, timur Luzon , 24 Oktober 1944.

Serangan besar terakhir di area Pasifik barat daya adalah kampanye Borneo pertengahan tahun 1945, yang ditujukan untuk mengucilkan sisa-sisa pasukan Jepang di Asia Tenggara, dan menyelamatkan tawanan perang Sekutu.
Kapal selam dan pesawat-pesawat Sekutu juga menyerang kapal dagang Jepang, yang menyebabkan industri di Jepang kekurangan bahan baku. Hal ini merupakan salah satu alasan Jepang memulai perang di Asia. Keadaan ini semakin efektif setelah Marinir Amerika Serikat berhasil merebut pulau-pulau yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.
Pasukan Jepang telah merebut sebagian dari Burma, memutuskan Jalan Burma yang digunakan oleh Sekutu untuk memasok Tentara Nasionalis Cina. Hal ini menyebabkan Sekutu harus menyusun suatu logistik udara berkelanjutan yang besar, yang lebih dikenal sebagai “flying the Hump”. Divisi-divisi Cina yang dipimpin dan dilatih oleh Amerika Serikat, satu divisi Inggris, dan beberapa ribu tentara Amerika Serikat, membersihkan Burma utara dari pasukan Jepang sehingga Jalan Ledo dapat dibangun untuk menggantikan Jalan Burma. Lebih ke selatan, induk dari tentara Jepang di kawasan perang ini berperang sampai terhenti di perbatasan Burma-India oleh Tentara ke-14 Inggris yang dikenal sebagai “Forgotten Army”, yang dipimpin oleh Mayor Jendral Wingate yang kemudian melancarkan serangan balik dan berhasil dengan taktik gerilyanya yang terkenal dan bahkan dijadikan acuan bagi Tentara dan Pejuang Indonesia pada tahun 1945-1949. Setelah merebut kembali seluruh Burma, serangan direncanakan ke semenanjung Malaya ketika perang berakhir.

Iwo Jima, Okinawa, Penyerahan Jepang

Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan Amerika Serikat membuat Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan udara Sekutu. Selain itu, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu, dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.
Pada 11 Juli 1945, para pemimpin Sekutu bertemu di Potsdam, Jerman . Mereka mengulangi permintaan untuk menyerah tanpa syarat semua pasukan Jepang, secara khusus menyatakan bahwa “alternatif untuk Jepang adalah prompt dan mengucapkan kehancuran”. Selama konferensi ini, Inggris menyelenggarakan pemilihan umum , dan Clement Attlee diganti Winston Churchill sebagai Perdana Menteri.
Bom atom pertama yang digunakan, yaitu Little Boy

Karena Jepang menolak istilah Postdam, pada tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 “Enola Gay” yang dipiloti oleh Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di Hiroshima dari sekitar ketinggian 9.450 m(31.000 kaki). Senjata ini meledak pada 08.15 (waktu Jepang) ketika dia mencapai ketinggian 550 meter., yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.
Bom atom berjulukan Little Boy, dijatuhkan di kota Hiroshima
Menyusul kemudian pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang (Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945,pesawat bomber jenis Boeing B-29 Flying Superfortress “Bock’s Car” yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.
Bom atom berjulukan Fat Man, menimbulkan cendawan asap di atas kota Nagasaki, Jepang.
Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang, walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan. Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945, menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal USS Missouri di Teluk Tokyo.

Akhir Perang Dunia ke-II

Perang Dunia  ke-II akhirnya mulai mencapai tahap akhir pada periode 1943-1945. Negara-negara yang tergabung dalam Blok Fasisme berguguran. Berikut adalah daftar Negara fasis yang menyerah :
1.    Pada 1 Mei 1944 Italia menyerah pada Sekutu
2.    Pada 24 Agustus 1944, Prancis dapat direbut oleh  Dwight David Einsenhower(pemimpin Amerika Serikat), Rumania menyerah kepada Uni Soviet
3.    Pada 8 September 1944, Bulgaria menyerah kepada Uni Soviet
4.    Pada 13 Februari, 1945, Hungaria menyerah kepada Uni Soviet
5.    Pada 1 Mei 1945, Berlin jatuh ke tangan Uni Soviet
6.    Pada 2 Mei 1945, Grand Admiral Karl Dönitz menyerah kepada Sekutu. Disusul kemudian pasukan Jerman di Italia menyerah kepada Sekutu pada tanggal yang sama
7.    Pada 4 Mei 1945, pasukan Jerman di Jerman Utara, Belanda, dan Denmark menyerah
8.    Pada 7 Mei 1945, sisa pasukan Jerman dibawah pimpinan Alfred Jodl menyerah di Rheims, Prancis
9.    Pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu

Perjanjian-perjanjian Perdamaian Perang Dunia ke-II

Perang Dunia ke-II pada akhirnya berakhir pada tahun 1945, tepatnya 2 September 1945, setelah Jepang menandatangani perjanjian perdamaian diatas Kapal Induk Amerika USS Missouri di Teluk Tokyo. Dalam Perang Dunia ke-II, Blok Fasis sebagai Negara kalah perang harus menyerah dan menandatangani perjanjian perdamaian dengan Blok Sekutu sebagai pihak yang menang. Jerman, Italia, dan Jepang merupakan  3 negara utama dalam Blok Fasis. Kekalahan mereka sangat mempengaruhi Negara anggota Blok Fasis lainnya. Jerman menandatangani surat penyerahan melalui Konferensi Postdam, Italia melalui Perdamaian Paris, sedangkan Jepang melalui Pertemuan Missouri.

Konferensi Postdam

Konferensi Potsdam diselenggarakan di Cecilienhof, rumah Putra Mahkota Wilhelm Hohenzollern , di Potsdam. Jerman diduduki dari 17 Juli 1945-2 Agustus 1945. Pesertanya adalah Uni Soviet, Inggris , dan Amerika Serikat . Tiga Negara tersebut diwakili oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet, Joseph Stalin , Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan kemudian Clement Attlee(Pengganti Winston Churcill) , dan Presiden Harry S. Truman.

Sebuah gambar sesi konferensi termasuk Clement Attlee, Ernest Bevin, Vyacheslav Mikhailovich Molotov, Joseph Stalin, William D. Leahy, Joseph E. Davies, James F. Byrnes, dan Harry S. Truman

Isi Perjanjian Postdam antara lain :
1.    Jerman
•    Penerbitan pernyataan tujuan dari pendudukan Jerman oleh Sekutu: demiliterisasi, denazifikasi, demokratisasi , desentralisasi dan dekartelisasi.
•    Divisi Jerman dan Austria masing-masing menjadi empat zona pendudukan (sebelumnya disetujui secara prinsip di Yalta ), dan pembagian yang sama tiap ibukota, Berlin dan Wina, menjadi empat zona
•    Eksekusi bagi para anggota Nazi sebagai penjahat perang
•    Mengembalikan seluruh pencaplokan Jerman di Eropa, termasuk Sudetenland , Alsace-Lorraine, Austria dan bagian barat Polandia
•    Timur perbatasan itu Jerman akan bergeser ke arah barat ke garis Oder-Neisse, efektif mengurangi Jerman dalam ukuran sekitar 25% dibandingkan dengan 1937. Ini terdiri dari wilayah timur baru perbatasan Prusia Timur, Silesia, Prusia Barat, dan dua pertiga dari Pomerania. Wilayah ini terutama pertanian, dengan pengecualian Upper Silesia yang merupakan pusat terbesar kedua industri berat Jerman
•    Pengusiran populasi Jerman yang tersisa di luar perbatasan timur baru dari Jerman
•    Perjanjian reparasi perang ke Uni Soviet dari zona pendudukan mereka di Jerman. Disepakati jugga bahwa 10% dari kapasitas industri zona barat yang tidak perlu bagi perekonomian perdamaian Jerman harus ditransfer ke Uni Soviet dalam waktu 2 tahun. Joseph Stalin yang diusulkan dan diterima bahwa Polandia adalah dikecualikan dari pembagian kompensasi Jerman yang kemudian akan diberikan 15% dari kompensasi yang diberikan kepada Uni Soviet
•    Memastikan bahwa standar Jerman hidup tidak melebihi rata-rata Eropa. Jenis dan jumlah industri untuk membongkar untuk mencapai hal itu akan ditentukan kemudian (lihat Rencana industri untuk Jerman )
•    Penghancuran Jerman industri perang-potensi melalui penghancuran atau kontrol dari semua industri dengan potensi militer. Untuk itu, semua sipil galangan kapal dan pabrik pesawat itu harus dibongkar atau dihancurkan. Semua kapasitas produksi yang terkait dengan perang-potensial, seperti logam, kimia, mesin, dan lain-lain itu harus dikurangi sampai tingkat minimum yang kemudian ditetapkan oleh Komisi Pengendalian Sekutu. Manufaktur kapasitas sehingga membuat “surplus” itu harus dibongkar sebagai reparasi atau hancur. Semua penelitian dan perdagangan internasional adalah untuk dikendalikan. Perekonomian adalah menjadi terdesentralisasi. Ekonomi juga harus ditata kembali dengan penekanan utama pada pertanian dan industri dalam negeri damai. Pada awal 1946, kesepakatan dicapai pada rincian yang terakhir: Jerman akan dikonversi menjadi pertanian dan industri ringan ekonomi. Ekspor Jerman akan batubara, bir, mainan, tekstil, dan lain-lain untuk mengambil tempat industri berat yang membentuk sebagian besar dari Jerman sebelum perang ekspor

2.    Polandia
•    Sebuah Pemerintah Sementara Persatuan Nasional diakui oleh semua tiga kekuatan harus dibuat (dikenal sebagai Lublin Polandia). Pengakuan pemerintah Uni Soviet dikendalikan oleh Kekuatan Barat secara efektif berarti akhir pengakuan untuk yang ada di pemerintahan Polandia-pengasingan- (dikenal sebagai Polandia London)
•    Polandia yang melayani Angkatan Darat Inggris harus bebas untuk kembali ke Polandia, tanpa keamanan setelah mereka kembali ke negara komunis dijamin
•    Perbatasan barat sementara harus menjadi garis Oder-Neisse , ditetapkan oleh sungai Oder dan Neisse. Bagian dari Prusia Timur dan mantan Kota Bebas Danzig harus berada di bawah administrasi Polandia. Namun akhir penentuan batas dari perbatasan barat Polandia harus menunggu penyelesaian perdamaian (yang akan berlangsung pada Perjanjian tentang Penyelesaian Akhir Dengan Hormat ke Jerman pada tahun 1990)
•    Uni Soviet menyatakan akan menyelesaikan klaim ganti rugi dari Polandia dari saham sendiri dari pembayaran reparasi keseluruhan

Dari kiri : Winston Churchill, Harry S. Truman, Joseph Stalin

Selain Perjanjian Potsdam, pada 26 Juli Winston Churchill, Harry S. Truman, dan Chiang Kai-shek(Uni Soviet tidak berperang dengan Jepang) mengeluarkan Deklarasi Potsdam yang menyatakan syarat-syarat menyerah untuk Jepang selama Perang Dunia II di Asia

Perdamaian Paris

Perdamaian Paris ini merupakan perjanjian perdamaian antara Italia sebagai Negara yang kalah perang dengan Sekutu sebagai pemenang perang. Perjanjian ini ditandatangani pada Februari 1947 di Paris.
Isi perdamaian ini antara lain :
1.    Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris
2.    Daerah Italia diperkecil
3.    Italia harus membayar kerugian perang kepada Sekutu
4.    Abessynia dan Albania dimerdekakan kembali
5.    Trieste menjadi Negara merdeka dibawah PBB

Pertemuan Missouri

Kapal Induk Amerika Serikat, USS Misouri(BB-63)

USS Missouri (BB-63)(“Mighty Mo” atau “Big Mo”) adalah Angkatan Laut Amerika Serikat kelas Iowa tempur, dan merupakan kapal keempat dari US Navy(Angkatan Laut Amerika Serikat) diberi nama untuk menghormati negara bagian Amerika Serikat, Missouri . Missouri adalah perang terakhir yang dibangun oleh Amerika Serikat, dan merupakan tempat penyerahan dari Kekaisaran Jepang yang mengakhiri Perang Dunia II.
Setelah Jepang setuju untuk menyerah, Laksamana Sir Bruce Fraser dari Royal Navy , Panglima Armada Pasifik Inggris , naik Missouri pada tanggal 16 Agustus dan diberikan kehormatan Knight dari Kerajaan Inggris pada Admiral Halsey ditransfer. Missouri mendaratkan 200 perwira dan laki-laki untuk kapal perang Iowa untuk tugas sementara dengan kekuatan pendudukan awal untuk Tokyo pada tanggal 21 Agustus. Missouri memasuki Teluk Tokyo awal pada tanggal 29 Agustus untuk mempersiapkan penandatanganan oleh Jepang dari pejabat instrumen menyerah .
peringkat militer pejabat-tinggi dari semua Sekutu telah diterima di papan tulis pada tanggal 2 September 1945, termasuk Jendral Cina, Hsu Yung-Ch’ang, Laksamana Armada Laut Inggris, Sir Bruce Fraser, Letnan Jenderal Uni Soviet, Kuzma Nikolaevich Derevyanko, Jendral Australia, Sir Thomas Blamey, Kolonel Kanada, Lawrence Moore Cosgrave,  Général d’Armée Prancis, Philippe Leclerc de Hautecloque, Wakil Laksamana Belanda, Conrad Emil Lambert Helfrich, dan Wakil Marsekal Selandia Baru, Leonard Isitt M.
Laksamana Chester Nimitz naik lama setelah pukul 08.00, dan Jenderal Angkatan Darat, Douglas MacArthur, Panglima Tertinggi Sekutu, datang di atas kapal pukul 08.43. Para wakil Jepang, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mamoru Shigemitsu, tiba pukul 08.56. Pada pukul 09.02, Jenderal MacArthur membuka upacara penyerahan ke-23 kepada dunia dengan menyatakan, “It is my earnest hope—indeed the hope of all mankind—that from the blood and carnage of the past, a world founded upon faith and understanding, a world dedicated to the dignity of man and the fulfillment of his most cherished wish for freedom, tolerance, and justice.” (Ini merupakan harapan saya, sungguh-sungguh merupakan harapan dari semua umat manusia-yang dari darah dan pembantaian dari masa lalu, dunia yang didirikan di atas iman dan pemahaman, sebuah dunia yang didedikasikan untuk martabat manusia dan pemenuhan paling dihargai keinginannya untuk kebebasan, toleransi, dan keadilan).
Selama upacara menyerah, dek Missouri dihiasi dengan 31 bintang bendera Amerika Serikat yang telah diambil dari pantai oleh Komodor Matthew Perry pada tahun 1853 setelah skuadron tentang “Kapal Hitam” berlayar ke Teluk Tokyo untuk mendesak pembukaan pelabuhan Jepang untuk perdagangan asing.
Sekitar pukul 09.30 para utusan Jepang telah berangkat. Pada sore hari tanggal 5 September 1945, Laksamana Halsey mengirim bendera ke kapal perang South Dakota , dan awal hari berikutnya, Missouri berangkat ke Teluk Tokyo. Sebagai bagian dari berlangsung Operasi Magic Carpet, USS Missouri menerima pulang penumpang terikat di Guam, kemudian berlayar menuju Hawaii. Dia tiba di Pearl Harbor pada tanggal 20 September 1945, dan mengibarkan bendera Admiral Nimitz pada sore hari tanggal 28 September 1945 untuk resepsi.

Pelaut Sekutu dan pejabat menonton Jendral Angkatan Darat, Douglas MacArthur menandatangani dokumen penyerahan saat upacara penyerahan diatas kapal Missouri pada tanggal 2 September 1945. Penyerahan tanpa syarat Jepang kepada Sekutu secara resmi mengakhiri Perang Dunia Kedua.

Perjanjian San Fransisco

Perjanjian ini dilaksanakan pada 8 September 1951 di San Fransisco antara Sekutu dengan Jepang. Pada mulanya, perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian disahkan pada 8 September 1951. Uni Soviet tidak mengikuti perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya. Adapun isi dari perjanjian San Fransisco adalah sebagai berikut.
1.    Kepulauan Jepang dibawah pengawasan Amerika Serikat
2.    Jepang harus melepaskan kembali daerah-daerah yang dikuasai selama perang Asia Timur Raya
3.    Pulau Kuriel dan Sakhalin diberikan kepada Uni Soviet
4.    Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dibawah pengawasan badan internasional
5.    Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu

Dampak-dampak dari Perang Dunia ke-II

Perang Dunia ke-II telah mengubah peta kehidupan masyarakat seluruh dunia dalam berbagai bidang. Nyawa yang hilang dari akibat perang sudah tidak terhitung banyaknya.
Berikut daftar jumlah korban Perang Dunia ke-II :

Dampak di Bidang Politik

Perang Dunia ke-II banyak memberikan perubahan dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat negara-negara di dunia. Perang Dunia ke-II juga banyak memberi dampak pada bidang politik.
Dampak-dampak dalam bidang politik antara lain :
1.    Munculnya Negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan Rusia(Uni Soviet) sebagai Negara pemenang perang
2.    Antara Blok Barat dengan Blok Timur saling mencurigai sehingga terjadilah perang dingin
3.    Beberapa negara seperti Yugoslavia, Jerman, Korea, Yaman, China, India dan Vietnam mengalami perpecahan

Dampak di Bidang Ekonomi

Selain dalam bidang politik, Perang Dunia ke-II juga member dampak bagi bidang Ekonomi, antara lain :
1.    Sektor-sektor ekonomi dunia mengalami kerusakan
2.    Sarana dan prasarana kehidupan seperti gedung, jembatan, jalan raya, perumahan, hancur
3.    Amerika Serikat menjadi Negara penyumbang pinjaman(kreditur dunia)

Dampak di Bidang Sosial

Perang Dunia ke-II member dampak yang nyata di bidang social. Dampak-dampak dibidang social dapat dirasakan dengan jelas. Dampak-dampak di bidang social antara lain :
1.    Perang Dunia ke-II telah menelan jutaan korban
2.    Kemiskinan, kelaparan, dan wabah penyakit tumbuh dimana-mana
3.    Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat seiring dengan upaya pertahanan diri
Selain itu, PBB juga membentuk UNRRA(United Nation Relief Rehabilitation Administration). Tugas UNRRA adalah sebagai berikut.
a)    Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar
b)    Mendirikan rumah sakit
c)    Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya
d)    Mengerjakan kembali tanah yang rusak

Dampak di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Setelah berakhirnya Perang Dunia ke-II, masing-masing Negara berupaya untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan bagi Negara mereka masing-masing. Ini dapat terpenuhi dengan pemilikan senjata dan kerja sama dengan Negara lain dalam bentuk pakta pertahanan.
Berikut adalah Pakta-pakta pertahanan yang ada :
1.    NATO(North Atlantik Treaty Organization) adalah pakta pertahanan Atlantik Utara berdiri tahun 1949. NATO bermarkas di Brussel, terdiri atas Inggris, Prancis, Norwegia, Belanda, Luxemburg, Belgia, Kanada.
2.    Pakta Warsawa adalah pakta pertahanan Negara-negara Eropa Timur yang terdiri atas Rusia, Rumania, Cekoslovakia, dan Polandia. Organisasi ini berdiri pada 1955 dan bermarkas di Warsawa, Polandia
3.    CENTO(Central Treaty Organization) adalah persekutuan pertahanan di kawasan Timur Tengah dengan anggota Turki, Irak, Pakistan, Amerika Serikat, dan Inggris. Tujuannya untuk membendung arus komunis di Timur Tengah
4.    SEATO(South East Asia Treaty Organization) adalah organisasi pakta pertahanan di kawasan Asia Tenggara, berdiri pada 1954 dan bermarkas di Bangkok. Anggotanya yaitu Amerika Serikat, Inggris, Australia, Thailand, Filipina, Selandia Baru, Korea Selatan, Belanda, dan Polandia
5.    METO(Middle East Treaty Organization) adalah organisasi pakta pertahanan beberapa Negara Asia Barat yang berdiri pada 1955 dengan anggota Turki, Irak, Iran, Pakistan, dan Inggris yang bermarkas di Istanbul
6.    ANZUS(Australia, New Zealand, United States) adalah pakta pertahanan antara Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Tujuannya adalah menghadapi bahaya ekspansi komunis di Asia Tenggara dan Pasifik

Dampak di Bidang Organisasi Internasional

Pasca perang Dunia ke-II, masing-masing Negara saling menyadari bahwa akibat dari peperangan adalah kehancuran dan penderitaan rakyat yang sia-sia. Melihat kenyataan ini, para negarawan sesungguhnya telah berupaya mendirikan suatu organisasi perdamaian dunia. Oleh karenanya, terbentuklah PBB(Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau United Nation dan GNB(Gerakan Non-Blok).

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s